BISNIS SMARTPHONE

Sony Mobile Akan Gabung dengan TV dan Kamera

Ekonomi-Bisnis | Minggu, 31 Maret 2019 - 13:55 WIB

Sony Mobile Akan Gabung dengan TV dan Kamera
(JPG).

RIAUPOS.CO -- Sony telah mengalami tahun-tahun terburuk untuk bisnis perangkat mobile. Dalam upayanya untuk tetap menjaga kestabilan bisnisnya, Sony akan menggabungkan bisnis smartphone-nya dengan divisi TV, audio, dan kamera.

Sebagaimana JPG kutip dari GSMArena, Jumat (29/3), produk smartphone, TV, audio, dan kamera besutan Sony akan bergabung menjadi divisi yang disebut Produk dan Solusi Elektronik. Perusahaan tersebut menyebut, dengan dihadirkan divisi gabungan baru itu sebagai langkah untuk meningkatkan sinergi antara berbagai lini elektronik Sony. Terlebih lini Xperia yang sudah banyak ‘meminjam’ dari divisi TV dan kamera.

Terkait dengan tujuan pasti Sony menggabungkan lini bisnis smartphone-nya dengan lini bisnis lainnya memang masih belum jelas. Mereka mengaku akan terus melaporkan kinerja keuangan smartphone Xperia-nya. Namun begitu, banyak pihak khawatir bahwa ini adalah upaya untuk menyembunyikan kerugian divisi seluler dengan mengelompokkannya bersama unit-unit Sony yang lebih sukses.

Sebagai informasi, Sony Mobile telah berjuang dalam beberapa tahun terakhir dengan catatan penjualan smartphone sebanyak 13,5 juta unit di seluruh dunia sepanjang 2017. Sementara pada 2018, Sony diprediksi hanya bisa menjual sebanyak 7 juta untuk tahun lalu.

Dengan perolehan segitu, Sony dikabarkan mengalami kerugian finansial yang besar, yakni lebih dari 913 juta dolar AS selama empat kuartal terakhir. Sebagai perbandingan, divisi TV dan audio justru menghasilkan laba operasi senilai 714 juta dolar AS. Divisi kamera menghasilkan 804 juta dolar AS selama periode yang sama.

Divisi smartphone telah berusaha mengurangi biaya untuk mengatasi kerugian yang semakin meningkat. Targetnya adalah memangkas pengeluaran hingga 50 persen. Sony percaya bahwa ponsel Xperia dapat mulai menghasilkan laba paling cepat pada 2021 mendatang di tengah persaingannya dengan vendor-vendor smartphone Cina yang terbilang lebih berani.

Saat ini, divisi smartphone Xperia tengah bekerja pada konektivitas 5G tidak hanya untuk ponsel, tetapi untuk digunakan dalam produk Sony lainnya. Sekitar setahun lalu, mantan CEO Sony Kaz Hirai mengatakan bahwa menjaga divisi smartphone tetap hidup adalah langkah strategis, sehingga bisa menguntungkan produk Sony secara keseluruhan. Sementara CEO Kenichiro Yoshida justru menggemakan sentimen itu.(jpg)

Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook