KAS KELILING

Tegakkan Kedaulatan NKRI, BI Edarkan Rupiah di Perbatasan

Ekonomi-Bisnis | Kamis, 28 Maret 2019 - 11:26 WIB

Tegakkan Kedaulatan NKRI, BI Edarkan Rupiah di Perbatasan
LAMBAIKAN TANGAN: Kru kas keliling dari Bank Indonesia dan TNI AL melambaikan tangan saat pelepasan Kas Keliling BI di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/3/2019). Tim ini menggunakan KRI Lepu milik TNI AL untuk melakukan perjalanan ke kepulauan terluar, terdepan, dan terpencil. (CECEP MULYANA/JPG)

BATAM (RIAUPOS.CO) -- Bank Indonesia (BI) mengedarkan uang baru sebanyak Rp4,5 miliar lewat kegiatan kas keliling ke enam daerah berstatus terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Riau dan Sumatera Utara (Sumut). Tujuannya adalah untuk menegakkan kedaulatan Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalisme di wilayah perbatasan.

Rombongan kegiatan kas keliling ini terdiri dari pegawai BI yang dikawal oleh anggota TNI AL. Mereka berlayar dengan KRI Lepu dari Dermaga Pelabuhan Batuampar, Rabu (27/3). Dari 27 Maret hingga 2 April mendatang, KRI Lepu ini akan singgah ke enam pulau yakni Tanjungbatu, Kundur, Selatpanjang, Rupat, Panipahan, Bengkalis dan berakhir di Belawan.

Direktur Pengelolaan Uang Kantor Pusat BI, Luctor E Tapiheru mengatakan kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2011. BI melaksanakannya sesuai dengan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 7/2011 tentang mata uang. “BI diberi tugas untuk mengedarkan alat pembayaran tunai ke seluruh NKRI untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat di enam daerah tersebut dapat menukar uang lusuh miliknya dengan uang yang dibawa oleh rombongan kas keliling. “Jika uang lusuh diganti dengan yang baru, maka akan menambah keyakinan masyarakat untuk bertransaksi. Apalagi berbatasan dengan negara tetangga, sehingga dengan mengedarkan uang baru, maka tak akan ada lagi uang asing yang beredar,” paparnya.

Luctor menjelaskan bahwa pada tahun ini akan ada 15 kegiatan yang akan menyasar sekitar 116 pulau. Dan jumlah uang baru yang diedarkan per kegiatan sekitar Rp5 miliar. “Uang kertas dan uang lusuh masih bisa ditukarkan. Nanti uang lusuh tersebut dimusnahkan di Medan,” ucapnya lagi.

Di tempat yang sama, Wakil Asisten Operasi KASAL TNI AL, Laksamana Pertaam TNI Yusuf mengatakan bahwa TNI AL mempersiapkan 15 kapal untuk mengawal kegiatan kas keliling di seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan UU Nomor 34/2004 tentang pemberdayaan wilayah pertahanan, maka TNI AL wajib bantu ini. Karena daerah-daera tersebut tak bisa terjangkau transportasi udara, jadi pakai kapal perang. Kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan kas keliling di Jawa Timur yang mengedarkan uang baru ke Pulau Masalembo dan sekitarnya,” katanya.(das)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

Editor: Eko Faizin





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook