ACARA DIALOG KEBANGSAAN

Mahasiswa UNI Sumut Usir Ngabalin

Nasional | Jumat, 22 Maret 2019 - 14:08 WIB

Mahasiswa UNI Sumut Usir Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin saat diusir mahasiswa UIN Sumut. (SUMUT POS/JPG)

MEDAN (RIAUPOS.CO) -- Tenaga Ahli Kantor Staff Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, mendapat perlakukan tak menyenangkan. Hal ituterjadi saat terjadi acara dialog publik dengan tema "Wawasan Kebangsaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0" di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jl Sutomo, Medan,  Kamis (21/3). Mahasiswa memprotes Ngabalin.

Selain Ali Mochtar Ngabalin, juga hadir Sekretaris Jenderal Kementeruan Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti; Rektor UIN Sumut Prof. KH Saidurrahman; dan Direktur Informasi Komunikasi dan Maritim Sep‎triana Tangkary.

Mahasiswa mulai beraksi saat Ngabalin menyampaikan materi soal keberhasilan Presiden Joko Widodo disertai penayangan video. Sejumlah mahasiswa tiba-tiba berdiri dan berteriak mentampaikan protes.

Aksi ini dilakukan Aliansi Mahasiswa UIN Sumatera Utara yang menolak kehadiran Ngabalin. Para mahasiswa memang sudah merencanakan pengusiran ini. Sejak pukul 10.00 WIB, mahasiswa sudah berkumpul.

“Massa penolakan beliau dari berbagai jurusan dan fakultas," ucap Koordinator Aksi, Bobby Harahap, Kamis (21/3).

Aksi itu mereka lakukan, karena kehadiran Ali Mochtar Ngabalin yang juga masuk sebagai tim pemenangan Capres 01. Sehingga mereka tidak ingin kampus dijadikan tempat ajang politik.

"Jadi saya sampaikan, siapa pun dari tim kampanye manapun tidak boleh datang ke kampus. Karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar.‎ Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim Sukses akan kami usir," tutur Bobby.

Dalam dialog itu, mahasiswa menilai sarat politis. Meskipun dialog sudah dikemas dalam dialog wawasan kebangsaan. "Sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh. Jadi kita tadi melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang berorasi yang menyampaikan materinya," ucap Bobby.

Karena tidak kondusif, Ngabalin terpaksa dievakuasi dari kampus. Sempat juga dia ingin memberikan klarifikasi, tetapi mahasiswa menolaknya. “Pergi kau dari kampus kami,” teriak massa.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UINSU, Prof.Amroeni mengatakan dialog umum itu tidak ada unsur politisasi kampus. Tetapi murni memberikan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa UINSU.

‎"Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakitatnya tidak ada istilahnya politisasi," ungkap Amroeni. (bw/pu)

Sumber: JawaPos.com
Editor: Hary B Koriun



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU