Tertibkan Anak Punk Mangkal Sejumlah Tempat

Interaktif | Kamis, 14 Maret 2019 - 10:54 WIB

Tertibkan Anak Punk Mangkal Sejumlah Tempat

BAGIKAN


BACA JUGA

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Upaya instansi terkait untuk menertibkan keberadaan komunitas punk, tidak menimbulkan efek jera bagi para komunitas anak jalanan ini. Pasalnya, kendati sudah beberapa kali terjaring razia, namun keberadaan anak punk masih sangat banyak ditemukan mangkal di sejumlah lokasi. Tentunya hal ini membuat warga Kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalankerinci menjadi kian resah dengan penampilan dan keberadaan komunitas nyentrik anak jalanan ini.

Demikian disampaikan Aprianto, salah seorang tokoh masyarakat Pangkalankerinci, kepada Riau Pos, Rabu (13/3) di Pangkalankerinci. Dikatakannya, bahwa beberapa hari terakhir, kehadiran anak punk di Kecamatan Pangkalankerinci sebagai pusat ibukota Kabupaten Pelalawan kian marak. Gaya hidup yang identik dengan penampilan yang seram dan kusam ini membuat warga mengaku merasa resah.

‘’Ya, dalam hitungan hari saja, keberadaan anak punk ini semakin marak, sehingga membuat warga resah. Dengan penampilan mereka (anak punk,red) yang tidak senonoh dan dipenuhi tato, membuat warga tidak nyaman. Kami takutkan ada modus lain seperti berbuat kriminal dan lainnya yang saat ini sangat rawan terjadi. Untuk itu, maka kami mendesak agar pihak Polres Pelalawan dan juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pelalawan untuk segera bertindak menertibkan komunitas jalanan ini,’’ terangnya.

Diungkapkannya, bahwa dirinya menilai upaya yang dilakukan oleh instansi terkait baik Polres maupun Satpol PP dalam menertibkan anak punk, masih belum menimbulkan efek jera. Hal itu dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya gerombolan anak punk ini yang berkeliaran di pusat kota dalam melakukan aktivitas di sejumlah lokasi. Anak punk tersebut, banyak mangkal di simpang empat lampu merah serta di depan Ramayana Jalan Lintas Timur Kecamatan Pangkalankerinci.

‘’Hal ini harus segera ditangani, kalau tidak akan semakin menjamur sehingga berpotensi terjadinya tindakan yang berbahaya dan dapat mengganggu situasi kampung kita yang kondusif ini. Ini terbukti adanya sejumlah anak punk yang memukul mobil warga menggunakan pipa paralon ataupun gitar yang dijadikan alat untuk mengamen, jika tidak diberi saweran. Jadi, sekali lagi kita mendesak agar Polres dan Satpol PP dapat segera menertibkan anak punk ini yang telah sangat meresahkan warga,’’ ujarnya.

Menanggapi hal tesebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Pelalawan Drs H Abu Bakar MAP mengatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pelaksanaan razia penertiban anak punk yang sudah meresahkan warga Pangkalankerinci. Saat ini, pihaknya juga telah memiliki wadah untuk menjaga ketertiban umum masyarakat yakni tim Patroli Satpol PP.

‘’Hanya saja, kami tidak bisa memberikan sanksi atau hukuman kurungan penjara, karena dalam Peraturan Daerah (Perda) fungsi kami hanya boleh melakukan penertiban saja. Setelah kami data, maka anak punk yang terjaring razia penertiban ini kami serahkan kepada Diskessos Pelalawan untuk dilakukan pembinaan,’’ tuturnya.(amn)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook