Kejutan di Arena Pemilihan Gubernur Riau

30 Mai 2013 - 07.22 WIB > Dibaca 5271 kali | Komentar
 

Ajang pemilihan Gubernur Riau 4 September 2013 mendatang memberi kejutan yang sebelumnya masih sulit diprediksi. Paling tidak ada beberapa yang patut dicermati, yaitu sekian lama saling berpromosi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) yang juga Wakil Gubernur Riau masa bakti 2008-2013, Raja Mambang Mit —kini mantan Ketua DPD PD— dan Ketua DPC PD Rokan Hulu yang juga Bupati Rokan Hulu, Achmad, akhirnya Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui Achmad yang maju dari PD untuk Pilgubri.

Kejutan berikutnya, usai mendaftarkan Cagubri dari PD Achmad-Masrul Kasmy, HR Mambang Mit menyatakan mengundurkan diri dari Ketua DPD PD sekaligus kader PD.

Meski pun sudah terbaca oleh beberapa media ke mana Mambang Mit berikutnya, tetap saja kembali memberikan kejutan kepada publik bahwa  Mambang Mit mendaftarkan diri menjadi Cawagub berpasangan dengan Cagubri yang didukung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

PD memang sering memberikan kejutan sejak dua tahun belakangan ini. Partai yang berslogan ‘’Bersih, Santun dan Cerdas’’ itu, memang menjadi sorotan publik, selain karena partai penguasa pemerintah, juga beberapa kadernya di tingkat pusat sedang tersandung kasus korupsi.

Kejutan juga terjadi di koalisi PAN-PKS, Jon Erizal (JE) yang sudah lama melanglang buana di berbagai media berpromosi sebagai Cagubri, hingga detik-detik terakhir pendaftaran di KPU, belum menentukan siapa yang menjadi pendampingnya.

JE berpasangan dengan Mambang Mit, itulah kejutan yang tidak mampu diprediksi oleh pengamat politik mana pun.

Begitu juga dengan Golkar yang mengusung Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman, sempat mengejutkan publik.  Selanjutnya  pasangan Indra Muchlis Adnan-Aziz Zaenal (PPP dan  26 parpol  non parlemen). Lukman Edy- Suryadi Khusaini (PKB dan PDI P), Tengku Mukhtaruddin- Syamsurizal (partai non parlemen, namun masih dipermasalahan KPU).

Kemudian, Wan Abu Bakar-Isjoni memilih jalur independen.

Paling tidak ada dua hal yang paling disorot masyarakat Riau saat ini di balik kejutan-kejutan yang terjadi, yaitu ketokohan dan partai politik pengusung calon. Pertama, tokoh-tokoh yang muncul dan mendaftar ke KPU saat ini, tidak asing bagi Riau.

Tentunya masyarakat sudah mengetahui latar belakang para tokoh ini. Jika nanti masyarakat memilih, tentu diharapkan akan melihat kontribusi dan visi yang ada pada Cagubri ini.

Kedua, faktor partai politik. Saat ini Parpol yang lebih banyak menjadi sorotan di Riau, adalah Partai Demokrat, Golkar dan PAN-PKS. Demokrat jelas menjadi sorotan, selain partai penguasa, partai ini juga sedang tersandung kasus korupsi di tingkat pusat, demikian juga PKS dengan kasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan presinden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Sementara Partai Golkar, yang nota bene masih berkuasa di Riau, masih memiliki pemilih tradisional dan mengalami kekalahan di beberapa Pemilukada kabupaten/kota di Riau.

Kita berharap kejutan-kejutan yang terjadi menjadi energi positif ketika pasangan Gubernur Riau Periode 2013-2018 dilahirkan, yang juga diiringi dengan kejutan.

Harapannya, kejutan ini menjadi momentum, bahwa pemimpin baru ini juga memberikan kejutan berupa visi dan gagasan untuk perkembangan kemajuan Riau ke depan.***
KOMENTAR
Terbaru
Olahraga Bangun Peradaban Positif

Kamis, 20 September 2018 - 19:00 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 WIB

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata

Kamis, 20 September 2018 - 18:30 WIB

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri

Kamis, 20 September 2018 - 18:24 WIB

Follow Us