PSG VS MANCHESTER UNITED

Saatnya Akhiri Kutukan 16 Besar

Olahraga | Rabu, 06 Maret 2019 - 10:35 WIB

Saatnya Akhiri Kutukan 16 Besar

PARIS (RIAUPOS.CO) - Kylian Mbappe sudah membuktikan kalau usia muda bukan penghalang buat bersinar. Ditinggal dua patner lini depannya di Paris Saint-Germain (PSG) karena cedera, yakni Neymar dan Edinson Cavani, pemain 20 tahun itu terus memproduksi gol.

Setelah mencetak gol ke-50 buat PSG lawan SM Caen (2/3) di Ligue 1, tantangan selanjutnya buat pemain berjuluk Donatelllo itu datang di ajang Liga Champions. Dini hari nanti (7/3) di Parc des Princes, Mbappe dkk akan bertemu Manchester United (MU) pada leg kedua Liga Champions.

PSG meraih kemenangan 2-0 pada leg  pertama yang dilangsungkan di Old Trafford (13/2). Dan sepanjang histori Liga Champions belum ada tim tuan rumah yang berhasil lolos ke babak selanjutnya jika di pertemuan pertama mereka kalah dua gol atau lebih. Namun siapa tahu, MU bisa mencatat sejarah baru bersama caretaker Ole Gunnar Solskjaer.

Thiago Silva dkk pun bukan tanpa mimpi buruk di 16 Besar ini. Dua musim terakhir, pada era Unai Emery, Les Parisiens selalu mentok di fase ini. Kenangan musim 2016-2017 yang paling traumatik. Menang 4-0 atas Barcelona di kandang sendiri (14/2/2017). Di Camp Nou, PSG malah tersungkur 1-6 oleh Barca (8/3/2017).

Nah, entraineur PSG Thomas Tuchel berkata dalam wawancara dengan BT Sport kemarin (5/3) sosok Mbappe ini bukan pesepak bola gampang diatur dan selalu menurut apa kata pelatih. Meski demikian tak dipungkiri pesepak bola kelahiran Bondy, Prancis itu punya level kebintangan yang tinggi.

“Pemain seperti Mbappe ini sangat lapar gelar dan gol dalam setiap permainan. Dan di usianya yang masih 20 tahun tersebut, dia memiliki karakter persona yang sangat-sangat besar,” tutur Tuchel.  

Sejak ditinggal Neymar dan Cavani pada leg pertama 16 Besar lawan MU (13/2), Mbappe tak pernah absen mencetak gol dalam enam laga PSG. Total gol Mbappe saat ditinggal Cavani dan Neymar mencapai tujuh gol.

 “Mbappe selalu menghadirkan tantangan bagi saya sebagai pelatihnya. Juga buat orang-orang di sekelilingnya untuk terus lapar seperti yang dirasakannya,” kata eks pelatih Mainz 05 dan Borussia Dortmund itu.

Jika dikomparasi dengan Lionel Messi, menurut Tuchel akan sangat sulit karena mereka memang tipe pemain dengan posisi bermain berbeda. Namun tanpa ragu, Tuchel menyebut Mbappe penyerang spesial dalam sepanjang sejarah. Sedangkan Neymar kepada Globo mengungkapkan tak merasa kalau Mbappe akan menjadi rivalnya dalam mencetak gol. Neymar yang mengalami cedera tulang metatarsal kanan setelah lawan Guingamp (19/1) bertutur mereka punya relasi yang akrab.

“Saya memanggilnya ‘Golden Boy’, seseorang yang mendapat afeksi spesial dari saya. Dia akan menjadi pemain yang besar dalam sejarah sepak bola dan saya akan membantunya,” ungkap Neymar.

Daily Mail menulis pengakuan Neymar ini bisa saja sebuah pengakuan superioritas Mbappe atas dirinya. Neymar yang digadang-gadang jadi superstar alternatif selain Messi dan Cristiano Ronaldo, nyatanya malah flop. Neymar malah lebih sering berurusan dengan cedera.(dra/jpg)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook