HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL

Bupati Rencanakan Paving Pasar Bangkinang

Riau | Selasa, 05 Maret 2019 - 10:31 WIB

Bupati Rencanakan Paving Pasar Bangkinang
HPSN: Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Lapangan Merdeka Kota Bangkinang, Senin (4/3/2019).(humas pemkab kampar )

KAMPAR (RIAUPOS.CO)-Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto melakukan sidak ke Pasar Kota Bangkinang guna mengecek kebersihan. Sambil membawa sapu dan peralatan lainnya, Catur mendapati kondisi pasar yang menurutnya masih jauh dari harapan. Salah satu masalah utama adalah genangan air yang membuat bau tidak sedap. Catur sempat berbincang kepada pedagang yang juga mengeluhkan soal genangan air yang bermana hitam gelap.

‘’Ini coba kita selesaikan, bisa nanti di-paving juga agar tidak ada yang tergenang. Tapi pedagang harus mau minggir sementara kalau ini dipasang paving. Selain itu juga kebersihan juga harus dijaga, percuma nanti ketika usai dibangun tetap kotor,’’ sebut Catur.

Catur sendiri mengaku baru memikirkan rencana mempaving pasar tradisional tersebut. Lokasinya berada di luar plaza. Menurut Catur, sebenarnya lokasi itu merupakan terminal, sementara tempat berdagang sebenarnya ada di dalam plaza ini.

‘’Tapi mau bagaimana, mereka senangnya yang lebih mudah dijangkau pembeli. Jadi, ini nanti kami kaji lagi, apakah tidak menyalahi kalau diperbaiki (dipasang paving block, red). Kalau tindak ya akan kita ajukan dan susun petunjuk teknis perbaikannya nanti,’’ sebut Catur.

Namun intinya, lanjut Bupati Kampar, adalah menghadirkan kebersihan di pasar tradisional tersebut. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, baik untuk pedagang yang berjualan maupun bagi pengunjung yang akan membeli. Tentu, menurut bupati, bila bersih akan menjadi lebih nyaman dan menjadi gambaran masyarakat Kampar sebenarnya yang relijius. Karena bersih merupakan sebagain dari iman.

Kunjungan ke pasar ini sendiri merupakan bagian dari kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Kabupaten Kampar. Pada acara itu, Catur dalam arahannya menyampaikanm Kabupaten Kampar menargetkan pada 2025 bebas sampah sampai kurang dari 30 persen. Hal ini sesuai dengan rakernas beberapa waktu yang lalu.

HPSN yang mengusung semangat gerakan Kampar bersih ini merupakan semangat untuk mewujud kebersihan dan mempertahankan Piala Adipura. Untuk itu ke depan menurut Catur, perlu kesadaran dan rasa gotong royong dalam hal sampah.

‘’Saat ini di beberapa kecamatan dan desa telah dibuat yang namanya bank sampah. Bank sampah tersebut, masyarakat bisa menjual sampah dengan dipilah terlebih dahulu sehingga sampah yang dibuang ke TPH bisa berkurang. Ada banyak lagi yang akan kita upayakan untuk mencapai tujuan kita tersebut,’’ tutup Catur.(end)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook