ATREAN 12 KM

Jalur Telukkuantan-Sumbar Buka Tutup

Lingkungan | Sabtu, 02 Maret 2019 - 09:19 WIB

Jalur Telukkuantan-Sumbar Buka Tutup
BUKA TUTUP: Jalan lintas Telukkuantan-Sumbar diberlakukan buka tutup. Oprit jembatan Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, berlubang akibat hantaman banjir bandang, beberapa hari lalu. (MARDIAS CHAN/RIAU POS)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)-Belum selesainya perbaikan jalan di pangkal jembatan Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuansing akibat hantaman banjir bandang beberapa hari lalu, membuat jalur lintas Telukkuantan-Sumbar harus diberlakukan buka tutup sejak Jumat (1/3) pagi.

   Meski pemberlakuan buka tutup, namun antrean  kendaraan dari kedua sisi tidak bisa terhindarkan. Bahkan, pantauan di lapangan, antrean tersebut hingga 12 kilometer. Dari ratusan kendaraan yang antre tersebut, yang paling banyak terlihat adalah kendaraan jenis truk yang bertonase berat.

      Menurut Pelaksana Teknis Pengawasan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Riau, Miral Mukhazi, kejadian rusaknya oprit yang di pangkal jembatan tersebut murni akibat banjir bandang.

   “Kalau kondisi jembatan tidak ada masalah. Yang bermasalah itu oprit yang ada di pangkal jembatan. Itukan timbunan. Timbunan itulah yang longsor, sehingga bolong. Untuk saat ini, kita berusaha dulu secara maksimal untuk mensterilkan arus lalu lintas dengan cara melakukan penimbunan untuk sementara,” kata Miral Mukhazi.

   Miral Mukhazi melanjutkan, untuk jangka pendek, pihaknya fokus untuk membenahi timbunan tanah dan batu supaya kendaraan tetap bisa lewat. Setelah itu, pihaknya akan membuat beton supaya tidak ambruk.

   “Kalau hanya tanah timbun tentu tidak maksimal. Semoga beberapa hari ke depan kembali lancar,” ujar Miral Mukhazi.

   Dipemberitaan sebelumnya, akibat tidak bisa dilewatinya jembatan penghubung jalan lintas Telukkuantan-Sumbar selama dua hari yang lalu, membuat seluruh truk bertonase berat harus tertahan di Kuansing. Meski kendaraan roda empat bisa lewat, arus lalu lintas tetap terganggu.

   Keluhan datang dari sejumlah sopir, terutama yang membawa barang dan harus sampai lebih awal, karena barang yang dibawa mudah rusak dan busuk. Tapi para sopir tak berdaya, hanya bisa pasrah menunggu giliran melintas karena situasinya maish buka tutup.(mng)

(Laporan MARDIAS CHAN, Telukkuantan)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook