Israel Sikat 6,9 Hektare Lahan Milik Palestina

Internasional | Rabu, 27 Februari 2019 - 14:13 WIB

Israel Sikat 6,9 Hektare Lahan Milik Palestina
LAHAN: Buldozer milik Israel terlihat membuldozer kebun dan mencabut ratusan pohon milik Palestina, Senin (25/2/2019). (JPG)

YERUSALEM (RIAUPOS.CO) - Israel membuldozer kebun dan mencabut ratusan pohon milik Palestina pada Senin (25/2). Menurut sumber-sumber lokal, pasukan Israel dengan buldoser menyerbu daerah itu dan mulai meratakan sekitar 6,9 hektare lahan.

Selain itu, buldoser mencabut 300 pohon badam dan zaitun. Sumber menambahkan, lahan yang dihancurkan itu milik Jamal Sharif Amarneh.

Menurut Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, tujuan utama Israel adalah menguasai lahan Palestina. Termasuk di Area C, di mana lebih dari 60 persen tanah Palestina berada di bawah kendali penuh Israel, perusahaan pemukiman ilegal Israel.

Tujuan Israel untuk mengurangi populasi penduduk Palestina. Berkembangnya pemukiman Israel, terus mengambil lahan Palestina dan menggusur populasi lokal Palestina. Ini merupakan implementasi dari kebijakan Israel sejak pengambilalihan Tepi Barat dan Yerusalem pada 1967.

BTselem, organisasi non-Pemerintah Israel, menyatakan, semua badan legislatif Israel, bagian pendanaan, dan badan-badan pertahanan telah memainkan peran aktif dalam perampasan lahan warga Palestina.

BTselem juga berpendapat dengan kedok pendudukan militer sementara, Israel telah menggunakan tanah itu sebagai miliknya. Israel merampok tanah, mengeksploitasi sumber daya alam daerah itu untuk keuntungannya sendiri dan membangun pemukiman permanen. Membuat warga Palestina terusir dari tanahnya sendiri.

Kami memperkirakan bahwa Israel mengusir warga Palestina dari 200.000 hektare tanahnya di wilayah Palestina yang diduduki selama bertahun-tahun, kata organisasi tersebut dilansir dari Maan News Agency.(jpg)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook