Peduli Gigi si Kecil Sejak Dini

Ladies | Senin, 18 Februari 2019 - 13:56 WIB

Peduli Gigi si Kecil Sejak Dini
drg Putri Hidayah Buchari. (FOTO KOLEKSI PRIBADI)

RIAUPOS.CO - Fungsi gigi tentunya sangat penting bagi manusia dalam menjalankan hidupnya. Satu gigi saja bermasalah, kegiatan dan rutinitas bisa sangat terganggu. So that’s why Ladies wajib banget menjaga kesehatan gigi. Bukan cuma gigi sendiri. Untuk Ladies yang sudah memiliki momongan, tentunya juga harus care atau peduli dengan gigi si buah hati. Harus dirawat sepenuh hati agar tak menyesal kemudian hari.

Mengapa begitu? Sebab, kondisi gigi di masa depan tergantung bagaimana gigi dirawat sedari dini lho Ladies. Tapi, sayangnya, masih ada saja para orangtua yang kurang menyadari hal tersebut. Gigi si kecil dibiarkan dengan perawatan seadanya hingga saat besar, kasus gigi berlubang dan masalah gigi lainnya pun mencuat.

Hal ini dibenarkan oleh drg Putri Hidayah Buchari. Dokter gigi satu ini menilai bahwa memang peran orangtua sangat penting bagi kesehatan gigi anak. Namun, memang hal tersebut masih belum terlihat jelas. “Kasus yang umum terjadi adalah, orangtua baru membawa anak ke dokter gigi, saat anak sudah mengeluh sakit gigi. Jika tidak, ya mereka memilih untuk tidak merawat atau tidak datang ke dokter,” ujarnya.

Padahal, pengecekan gigi atau kontrol gigi sekali dalam enam bulan ke dokter gigi adalah hal yang penting dilakukan orangtua sebagai upaya pencegahan. Di sisi lain, upaya ini juga bisa menjauhkan pandangan anak tentang sosok dokter gigi yang menakutkan dan menyeramkan. Hingga membuat mereka enggan bahkan trauma ke dokter gigi.

Dokter Putri menilai hal tersebut sebagai kelalaian dan kekurangpedulian orangtua terhadap kesehatan anaknya. Hal tersebut diperburuk dengan ancaman yang dilakukan dan kalimat menakut-nakuti tentang dokter gigi.

“Hayo, jangan nakal. Nanti giginya dicabut dokter gigi lho. Ucapan seperti itu bahkan sudah sering kita dengar. Apa yang ditangkap oleh anak-anak? Yang mereka tangkap adalah dokter gigi itu jahat, kerjaannya menghukum anak. Dicabut gigi itu sakit. Hal-hal sepele namun membekas. Akibatnya pada waktu gigi susu goyang dan perlu dicabut, anak akan berontak setengah mati. Tidak mau pergi ke dokter gigi. Padahal gigi susu dicabut tentu tidak sembarang cabut dan perlu dicabut demi kelangsungan pertumbuhan gigi permanen si anak,” paparnya lagi.

Menurutnya, anak zaman sekarang sudah tidak perlu lagi ditakut-takuti dengan hal tersebut. Sebab, mereka lebih bisa menerima masukan dan nasihat. Jadi, saat tiba waktunya mereka ke dokter gigi, anak-anak tidak merasa sebagai pihak yang tertuduh. Mereka akan menanggapinya bahwa itu memang fase yang harus dilewati dan semua anak di dunia mengalami hal yang sama.Gigi goyang yang terkadang mau tidak mau harus dicabut oleh dokter gigi. Dengan pemahaman yang baik tentang gigi dan dokter gigi dari orangtua kepada anak, tentu pekerjaan dokter gigi pun akan lebih mudah. Anak tidak trauma dan orangtua juga bisa bernafas lega.

Meski tergolong sepele, nyatanya perawatn gigi anak sejak dini ini memiliki peran yang besar. Karena, sering kali saat mereka sudah dewasa, ada saja masalah gigi yang terjadi. Yang mana merupakan akibat dari minimnya perawatan gigi di masa kecil. Bahkan, penyakit tersebut menjadi infeksi pada mulut sampai menimbulkan penyakit lain yang lebih parah.

“Kesehatan gigi dan mulut yang baik pada orang dewasa juga tergantung pada keadaan gigi dan mulut mereka saat masih kanak-kanak. Mengingat efek jangka panjang yang dapat dirasakan oleh anak-anak kita kelak terkait dengan gigi dan mulut mereka,” sambungnya.

Maka dari itu, sebagai orangtua sangat perlu mengantisipasi risiko tersebut sedini mungkin. Salah satunya dengan cara rutin membawa anak ke dokter gigi sedini mungkin. Orangtua juga perlu menjelaskan ke anak jika akan ada waktunya gigi susu harus dicabut dan semua anak akan mengalami hal yang sama dan tidak perlu menakuti anak seperti, ‘‘jangan makan permen atau coklat nanti giginya dicabut dokter gigi ya!’’

Jadi, mulai dari sekarang, setop ancaman menakutkan itu ya Ladies. Sebaliknya, biasakan anak merawat gigi dan mengunjunggi dokter gigi sejak dini. Walau pun gigi dalam kondisi sehat, tidak bermasalah. Sebagai orangtua kekinian, Ladies harus smart memberikan edukasi pada anak tentang pentingnya merawat gigi.(azr)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook