BERPULANGNYA KHAIRUNNAS AFRIZAL, MANTAN PEMAIN PSPS

Anak yang Santun dan Rajin Puasa Sunah

Riau | Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:21 WIB

Anak yang Santun dan Rajin Puasa Sunah
DIMAKAMKAN: Jenazah Khairunnas Afrizal beserta istri dan anaknya saat akan dimakamkan di TPU Mayangsari, Jalan Karyabakti, Kelurahan Rejosari, Pekanbaru, Jumat (15/2/2019). (DOFI ISKANDAR/RIAU POS)

Nasib malang menerpa mantan penyerang PSPS, Khairunnas Afrizal. Pria 30 tahun itu meninggal bersama istri dan anaknya setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Rimbo Panjang, Kamis (15/2) malam.

Laporan DOFI ISKANDAR dan HENDRAWAN, Pekanbaru dan Bangkinang

RIAUPOS.CO - Suasana duka menyelimuti proses pemakaman jenazah Khairunnas sekeluarga. Sahabat mau pun kerabat almarhum larut dalam kesedihan. Khairunnas atau yang akrab disapa Oon bersama dengan istri Nursi Wulandari (25) dan anaknya Salwa (1) mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang, Kamis (14/2) malam.

Hj Mursina (67), ibunda Oon menceritakan sosok anaknya yang dikenal baik dan rajin ibadah itu. Anak saya orangnya baik, rajin ibadah, sopan dan santun sama orangtua. Ia juga rajin puasa sunah, Senin dan Kamis, ujarnya kepada Riau Pos, Jumat (15/2).

Dikatakan Mursina, Oon adalah anak paling bungsu dari tiga bersaudara. Dia menikah sejak 2017 dan tinggal di Rimbo Panjang.

Kalau di Kulim itu rumah mertuanya. Sebelumnya dia tinggal di situ. Hasil kesepakatan bersama keluarga, akhirnya almarhum dimakamkan bersama anak dan istrinya di tempat yang sama berdampingan, kata Mursina.

Mursina tidak merasa ada tanda-tanda anaknya akan mengalami musibah. Namun, memang sudah beberapa hari setiap sore, Oon sering mampir di rumah orangtuanya Jalan Swadaya, HR Soebrantas, Panam.

Sore sebelum kejadian, saya sempat ketemu dia. Karena sebelum ke rumahnya di Rimbo Panjang, dia sempat mampir ke rumah ini (Swadaya, red). Dia sedang puasa, ujar Mursina.

Mursina melanjutkan, malamnya kejadian dia dapat kabar, awalnya dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan bahwa atas nama Khairunnas Afrizal sedang dalam kondisi kritis.

Diceritakan Mursina, bapak Oon bernama H Aprizal dan sudah tiada. Pensiunan di Dinas PU Riau. Sementara dia pensiunan kepala sekolah di salah satu SD. Oon pernah bekerja menjadi tenaga honor di Dinas PUPR Riau, istrinya juga di Dinas PUPR. Namun sejak ada pengurangan tenaga honor, anak saya bersama istrinya berhenti sekitar lebih kurang sebulan setengah yang lalu. Saat ini memang sedang mencari-cari kerja, terangnya.

Oon dan istrinya sebenarnya tinggal di Rimbo Panjang, namun penyelenggaraan jenazah dilakukan di rumah mertua Oon di Rejosari, Tenayan Raya. Setelah selesai dimandikan, tiga jenazah tersebut disalatkan di Masjid Hijratusshabirin usai salat Jumat. Setelah itu, ketiganya dibawa menggunakan ambulans ke TPU Mayangsari di Jalan Karyabakti, Kelurahan Rejosari.

Tadi saat pemakaman sangat ramai sekali, ucapnya.

Sahabat yang pernah satu tim di PSPS Riau, Amril mengatakan, ikut prihatin atas musibah yang menimba sahabatnya.  Almarhum merupakan sosok yang baik, ramah dan santun. Dan orangnya juga suka bercanda. Kami pernah bermain juga bersama kala itu waktu bermain di PS Unri, selain di PSPS, ujarnya.

Sementara itu, Humas PSPS Riau, M Teza Taufik, menyampaikan turut berduka atas kejadian ini. Iya benar. Infonya sudah kami terima malam tadi (Kamis, red) dari beberapa eks pemain PSPS, ujarnya. Oon merupakan salah satu pemain PSPS Riau kelahiran Pekanbaru. Oon juga sudah sejak dini bermain sepakbola untuk Riau. Mulai dari tim PS Unri, tim Porwil, PON, PSPS U-21, hingga masuk skuat senior di 2013/2014, terangnya.

Sopir Diperiksa Intensif
Sejumlah fakta terungkap pascatabrakan maut yang menyebabkan satu keluarga tewas di Rimbo Panjang, Kamis (14/2) malam. Kecelakaan menyebabkan Khairunas Afrizal meninggal bersama istrinya Nursi Wupandari dan anaknya Salwa.

Kasat Lantas Polres Kampar AKP Fauzi (sebelumnya tertulis AKP Fajri) menjelaskan, Khairunnas yang mengendarai sepeda motor membonceng istri dan putrinya sempat dilarikan ke rumah sakit usai tabrakan. Namun nyawanya tidak tertolong karena sudah dalam keadaan kritis saat alami tabrakan yang cukup keras.

Terpisah Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi menjelaskan, kecelakaan lalu lintas ini bermula saat sepeda motor BM-6174-JZ yang dikendarai Khairunas bergerak dari arah Pekanbaru menuju arah Bangkinang. Saat itu motor dalam kecepatan sedang. Menjelang di tempat kejadian perkara kecelakaan, sepeda motor berputar arah menuju Pekanbaru.

Pada saat bersamaan, datang dari arah Bangkinang, mobil dengan BM 1198 QJ yang dikemudikan Ridho melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil ini langsung menabrak bagian samping kiri motor yang dikendarai korban. Akibat tabrakan ini  pengendara motor dan yang dibonceng terlempar dan sempat terseret beberapa meter di badan jalan beton tersebut. Polisi menduga ada kelalaian manusia dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.10 WIB itu.

Tidak seperti informasi yang beredar di sosial media sebelumnya, disangka tabrak lari, sopir mobil sudah diamankan kepolisian. Kendati ada dugaan kelalaian korban, pengendara mobil tetap diperiksa intensif. Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi, mengatakan pengemudi mobil saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.***





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU