ABK Hilang di Perairan Rangsang Barat Ditemukan

Riau | Kamis, 14 Februari 2019 - 09:48 WIB

ABK Hilang di Perairan Rangsang Barat Ditemukan
TARIK JASAD ABK: Basarnas menarik jasad ABK kapal motor yang sempat hilang saat kapalnya dihantam gelombang tinggi di perairan Rangsang Barat, Senin (11/2) lalu. Jasad tersebut ditemukan dengan jarak 10 mil dari lokasi kejadian, Rabu (13/2/2019). (Humas Basarnas Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seorang anak buah kapal (ABK) atas nama Nehak (50) yang sempat dinyatakan hilang, usai peristiwa gelombang tinggi yang menghantam kapal motor (KM) dengan nomor lambung GT 6 di perairan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (11/2) lalu akhirnya ditemukan, Rabu (13/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

  Korban ditemukan berjarak sekitar 10 mil dari lokasi kejadian dalam keadaan mengapung dan meninggal dunia. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim Basarnas Pekanbaru dan dibawa ke rumah duka yang berada di Desa Alay, Kabupaten Kepulauan Meranti.

  Kepala Basarnas Pekanbaru Gede Darmada mengatakan, korban ditemukan setelah tim SAR melakukan pencarian selama dua hari. Saat penemuan korban tersebut, kondisi cuaca cerah.

  “Korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal kapal yang dinaikinya dihantam gelombang tinggi yakni mencapai 10 mil. Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

  Dengan ditemukannya korban tersebut, lanjut Gede, otomatis operasi pencarian yang melibatkan BPBD Kepulauan Meranti, Polair Bantar Mudik dan masyarakat setempat dihentikan.

‘’Operasi SAR dinyatakan ditutup. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Operasi SAR ini,” ujarnya.

   Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit kapal motor (KM) dengan nomor lambung GT 6 dihamtam gelombang tinggi di perairan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (11/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Satu ABK dikabarkan hilang dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

   Kapal GT 6 dihantam gelombang tinggi di sekitar perairan Rangsang Barat, saat akan menuju ke Pulau Batu Malaysia. Kapal tersebut saat itu membawa tiga orang, di mana dua orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri.(sol)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook