Sebut Siklus Lima Tahun

Diskes Belum Tetapkan KLB DBD

Kesehatan Sabtu, 09 Februari 2019 - 17:54 WIB

DUMAI (RIAUPOS.CO) - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Dumai di awal tahun 2019 meningkatkan dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Namun Dinas Kesehatan Kota Dumai menyebutkan, hal itu merupakan siklus lima tahunan yang terjadi hampir di seluruh daerah sehingga pemerintah Kota Dumai belum menetapkan status siaga DBD atau kondisi luar biasa (KLB)

“Ini merupakan siklus lima tahunan, dalam artian setiap lima tahun sekali akan terjadi peningkatan jumlah penderita DBD sesuai dengan siklusnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Faisal SKM, Jumat (8/2).

Ia mengatakan, saat ini ada tiga dari tujuh kecamatan di Kota Dumai yang rawan akan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini yakni Kecamatan Dumai Timur, Dumai Kota dan Dumai Selatan.

 “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan dan bahkan tingkat RT untuk menggiatkan gotong royong di lingkungan mereka guna mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti dan kegiatan ini sudah berjalan,” tambah Faisal.

Untuk pencegahan dini usai gotong royong Diskes langsung melakukan fogging di lokasi tersebut dan membagikan bubuk abate guna ditaburkan di tempat penampungan air masyarakat agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.

“Intinya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih guna menghindari penyakit demam berdarah ini masih rendah. Kami mengimbau pada masyarakat untuk lebih peduli akan kebersihan lingkungan mereka,” tutupnya.
Seperti diketahui sejak Januari hingga Februari 2019 mencatat ada 63 pasien demam berdarah dengue (DBD). Salah satu pasien berumur tujuh bulan diketahui meninggal akibat penyakit DBD, bahkan saat dirawat pihak rumah sakit mendeteksi bayi tersebut sudah masuk ke tingkat paling membahayakan yakni  dengue shock syndrom (DSS).(gem)

(Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook