Tiga Hari, 30 Kg Sabu Diungkap di Riau

Kriminal | Senin, 04 Februari 2019 - 10:34 WIB

Tiga Hari, 30 Kg Sabu Diungkap di Riau
DIAMANKAN: Tiga tersangka kasus 13 kg sabu dan 17 ribu ekstasi bersama barang bukti yang diamankan BNN Provinsi Riau di Pekanbaru dan Bengkalis pada Kamis (31/1/2019). (BNNP RIAU FOR RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peredaran nakotika dan obat terlarang (narkoba) dalam jumlah besar kembali diungkap di Riau. Dalam tiga hari (31 Januari-2 Februari) sebanyak 30 kg sabu dan belasan ribu ekstasi berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan BNN Provinsi Riau. Yang pertama terjadi pada Kamis (31/1) lalu, sebanyak 13 kg sabu dan 17 ribu ekstasi diamankan pada dua tempat berbeda di Pekanbaru dan Bengkalis. Kemudian, Sabtu (2/2) lalu, 17 kg sabu diamankan pada sebuah rumah di Dumai.

Pada penangkapan Kamis (31/1) lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNP Riau AKBP Haldun mengatakan, sabu-sabu dan pil ekstasi diamankan dari dua lokasi berbeda. Yakni di pelataran salah satu hotel di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru dan di Jalan Desa Harapan Gg Karti Mandau, Kabupaten Bengkalis sekitar pukul 15.00 WIB.

“Pengungkapannya dilakukan di dua lokasi berbeda,” ujar Haldun, Ahad (3/2).

Dari penangkapan itu, lanjut Haldun, pihaknya mengamankan tiga tersangka. Salah satu di antaranya masih berstatus mahasiswa. Mereka berinisial SW (49), warga Jalan Desa Harapan Gg Kartini Kelurahan, Jamban, Kecamatan Mandau. Lalu DR (29), dan FA (26) yang merupakan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sedangkan, barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Barang bukti yang diamankan 13 kg sabu dan 17.000 pil ekstasi berwarna cokelat,” ungkapnya.

Selain barang haram itu, kata Haldun, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya, satu unit kendaraan roda empat warna merah maron dengan nomor polisi BM 1925. Dikatakan Haldun, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut.

“Diduga sabu dan pil ekstasi itu berasal dari Malaysia. Masuknya melalui Kabupaten Bengkalis,” terang Haldun.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal yakni, hukuman mati.

“Untuk keterangan lebih lanjut, kami akan lakukan pers rilis dan pemusnahan pada Kamis mendatang,” ujar Haldun.

Diintai Selama 5 Hari
Dua hari berselang BNN RI mengamankan sabu-sabu seberat 17 kg di Dumai, Sabtu (2/2). Tepatnya di salah satu rumah di Jalan  Soekarno-Hatta, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur. Informasi yang berhasil dihimpun, pengungkapan itu berdasarkan pengembangan setelah tertangkapnya bandar besar narkoba di Jawa Timur (Jatim). Pihak BNN Jatim bersama BNN RI pun melakukan pengembangan ke Dumai. Penyelidikan dan  pengintaian pun dilakukan selama lima hari. Saat melakukan pengintaian, tim mendapat informasi tersangka jaringan narkoba memesan travel tujuan Pekanbaru pada pukul 15.30 WIB. Saat itu tim langsung melakukan penggerebekan di rumah tersangka di Jalan Soekar­no-Hatta Rt 12 Kecamatan Bukit Kapur.

Awalnya ada enam tersangka. Namun hanya lima tersangka yang berhasil diamankan. Masing-masing berinisial WS (24), FB (36), HS (33), AN (44), dan IS (56). Satu tersangka lagi berinisial HL (45) berhasil kabur dan sedang dalam pengejaran. Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Pekanbaru.

“Awalnya saya tidak tahu bagaimana ceritanya. Karena di lokasi ada ramai-ramai, saya pun ditelepon warga dan datang ke sini (TKP, red),” ujar M Ali, Ketua Forum RT Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Sabtu (2/2).

Ali mengatakan, awalnya  ada enam orang di rumah ini. Namun satu pelaku berhasil melarikan diri ke arah perkebunan dan masih dalam pengejaran.

“Lumayan lama pihak BNN  melakukan pencarian barang bukti. Ada tiga rumah yang diperiksa petugas sebelum akhir­nya sabu itu ditemukan tersimpan di rumah kayu yang ada di belakang,” jelasnya.

Ali menjelaskan, warga sekitar kurang mengetahui aktivitas pemilik rumah. Sebab, pemilik rumah itu berada di kampung dan yang tinggal hanya anaknya. “Sepintas tidak ada yang aneh atau mencurigakan. Kami saja baru tahu setelah penggerebekan yang dilakukan BNN ini,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara BNN Kombes Pol Sulistyandriatmoko memgatakan kasus di Dumai ini masih dalam pengembangan. “Operasi tersebut belum tuntas. Sedang dalam pengembangan,” jawab perwira menengah yang akrab disapa Sulis itu saat dikonfrimasi Riau Pos malam tadi.(rir/hsb/fat/ted)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook