Sepuluh Korban Kapal Tenggelam Teridentifikasi

Riau | Sabtu, 02 Februari 2019 - 11:32 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah berhasil mengidentifikasi sepuluh mayat mengambang di sekitaran Perairan Selat Melaka, Kabupaten Bengkalis, beberapa waktu lalu. Satu jenazah terpaksa diserahkan ke Dinas Sosial (Dissos), lantaran identitasnya tidak terungkap.

       Kabid Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Polda Riau, Kombes Adhang Azhar mengatakan,
Tim Medis Disaster Victim Identification (DIV) Rumah Sakit Bhayangkara telah melakukan identifikasi terhadap sebelas mayat korban kapal tenggelam. Dari jumlah itu, sepuluh di antaranya sudah diketahui identitasnya. “10 jenazah berhasil diidentifikasi,’’ ungkap Adhang Azhar.

      Adapun identitas mayat yang terindentifikasi yakni, Karti Ningsih (44) warga asal Bondo Woso, Jawa Timur, Umar Abdullah (41) warga  Aceh, Sanrita (38) warga asal Sumatera Utara (Sumut) dan Indra Zulkifli (25) asal Tebing Tinggi, Sumut. Keempat mayat tersebut merupakan yang terakhir berhasil diungkap identitasnya.

      Lalu, tiga warga Sumatera Barat (Sumbar) bernama Ujang Caniago (48) asal Lubuk Nyiur, Dusun VKota  Mudiak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan dan Dewi (32) Warga Jalan Lansano, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pessel serta Muklis (35) warga Pesisir Selatan.

      Kemudian, Marian Suhadi (24), warga Jalan Dusun GT II, Kelurahan Pantai Cermin, Kota Langkat, Sumatera Utara, Faizal Ardianto (24) warga Dusun Gelam Dua, Medan, Sumut dan Fahrurrazi (27) asal Lhokseumawe, Aceh.

      “Untuk empat mayat terakhir yang terindentifikasi, setelah kita mengambil data pembanding dari 18 masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarga. Namun, yang cocok dijadikan pembanding hanya sebanyak 14 data,” terangnya.

      Atas data itu, lanjut Adhang, pihaknya melakukan penyesuaian data yang masuk sesuai bahan DNA keluarga korban dengan jenazah tersebut.

   ‘’Dari hasil tes hingga saat ini, satu jenazah yang tidak dapat diidentifikasi akan kita serahkan ke dinas sosial,’’ jelasnya.

     Masih kata dia, satu jenazah yang tidak teridentifikasi dikarenakan kondisi sudah sangat sulit dikenali. Selain itu, tidak ada kecocokan dengan masyarakat yang melaporkan adanya kehilangan anggota keluarganya.

       Ditambahkannya, mayat yang telah diketahui identitasnya sudah dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. “Untuk jenazah Karti Ningsih, dimakamkan di Pekanbaru. Ini sesuai permintaan keluarga atas pertimbangan faktor biaya dan waktu,” jelasnya.

     Terpisah Kasubdit PID Polda Riau, AKBP Ramlan mengatakan, pihaknya menetapkan dua tersangka atas tenggelamnya kapal yang membawa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia. Mereka bernama Jamal (38) dan Hamid alias Boboi (31), selaku nakhoda dan awak kapal yang selamat pada peristiwa nahas tersebut usai dibantu oleh Kapal MV Indomal 5, Sabtu (24/11) lalu.

       “Proses penyidikan terhadap mereka sudah rampung. Berkas perkara telah tahap I atau dilimpahkan ke aksa peneliti, saat ini kita menunggu hasil telaah itu,” ungkap Ramlan.

      Atas perbuatannya, Jamal dan Boboi dijerat pasal 359 KUHP dan pasal 120 ayat 1 Undang-Undang 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman hukumannya pidana penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

      Untuk diketahui, penemuan mayat korban kapal tenggalam itu berawal, Sabtu (24/11) siang. Di mana  seorang nelayan mendapat sesosok mayat pria di perairan Rupat Utara. Mayat itu selanjutnya  dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.

     Beberapa harinya kemudian, Polres Bengkalis menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan tiga mayat oleh nelayan yang tengah menjaring iklan di Perairan Bantan. Ketiga mayat itu berjenis kelamin, dua laki-laki dan satu perempuan.

    Selanjutnya, pada Jumat (30/11). sorang nelayan kembali menemukan sesosok mayat perempuan tanpa identitas. Berselang satu hari, nelayan bersama kepolisian dan Basarnas menemukan empat mayat. Tiga di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan diketahui bernama Maya Karina. Namun, hal ini belum bisa dipastikan. Karena identitas ditemukan petugas belum tentu milik yang bersangkutan.(rir)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU