4.800 Imam Masjid Diberi Insentif

Pekanbaru | Selasa, 22 Januari 2019 - 09:35 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) MESKI pembayaran gaji petugas masjid paripurna sering tertunda, namun ternyata Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada tahun ini membuat program baru. Sekitar 4.800 dari 8.000-an imam masjid (di luar masjid paripurna) akan mendapatkan insentif. Tidak semua masjid. Melainkan masjid yang berada di kawasan masyarakat kurang mampu.

Sekretaris Kota Pekanbaru M Noer MBS mengatakan, program pemberian insentif bagi para imam masjid yang tinggal di sekitar kawasan masyarakat kurang mampu tersebut berbeda dengan program masjid paripurna. Jika imam masjid paripurna harus memiliki beberapa kriteria, imam yang diberikan insentif ini tidak diharuskan memiliki kriteria khusus.

“Selain program masjid paripurna, Pak Wali Kota juga ingin memperhatikan imam-imam masjid yang tinggal di daerah yang masyarakatnya tergolong pada ekonomi menengah ke bawah. Caranya dengan memberikan insentif,” katanya.

Dengan adanya insentif tersebut, lanjut Sekko, diharapkan kepada para imam tersebut akan mempunyai motivasi lebih untuk dapat memimpin masyarakat di sekitarnya melaksanakan ibadah di masjid. Sehingga masjid-masjid yang ada akan semakin ramai dengan aktivitas keagamaan.

“Tapi yang diberikan itu insentif. (Besaran, red) yang diberikan sesuai dengan kondisi keuangan daerah. Berbeda dengan masjid paripurna yang diberikan gaji tetap setiap bulannya,” jelasnya.

Dari 8.000 lebih masjid di Pekanbaru, pihaknya telah melakukan pendataan bahwa hanya akan ada 4.800-an imam masjid yang akan mendapatkan insentif. Atau masjid yang dianggap warga masyarakat nya berada pada level ekonomi menengah ke bawah.

“In sya Allah pada 2019 ini program tersebut akan bisa dijalankan. Tapi sekali lagi yang akan diberikan insentif hanya imam saja. Berbeda dengan masjid paripurna. Di mana selain imam ada juga petugas kebersihan serta keamanan,” ujarnya.(yls)

(Laporan SOLEH SAPUTRA, Kota)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook