MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

Riau Senin, 21 Januari 2019 - 15:05 WIB

DURI (RIAUPOS.CO) - Makanan haram ancaman serius bagi umat Islam. Karena itu, sejumlah pihak di Duri minta agar seluruh pihak terkait seperti MUI, mubalig maupun BPPOM segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Menurut Agus Salim, seorang pemuka masyarakat di Duri, Ahad (20/1), para pihak terkait harus cepat tanggap. Apalagi Bupati Bengkalis sudah membuat amaran agar umat Islam hati-hati dalam memilih restoran (makanan).

Seperti diberitakan Riau Pos, Sabtu (19/1) lalu, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt Kadis Parbudpora Anharizal, Bupati Amril Mukminin mengingatkan masyarakat Mandau yang mayoritas muslim untuk berhati-hati memilih restoran. “Karena dalam Islam, ada hukum halal-haram yang telah diatur,” kata Bupati.

Dikatakan Salim, sejumlah hadist pun telah menegaskan bahwa dampak makanan dan minuman haram sangatlah buruk bagi umat Islam. Antara lain, amalan tidak akan diterima selama 40 hari, doa tidak terkabul, diancam siksaan neraka, akan mengeraskan hati, serta mengikis keimanan.

“Karena bahayanya sangat besar, kami minta agar amaran bupati itu ditindaklanjuti. MUI dan mubalig hendaknya segera mengambil peran guna menyelamatkan umat. Harapan kita, agar restoran maupun kedai minuman bisa digiring untuk mencantumkan logo halal. Tujuannya, agar umat Islam terlindungi. BPPOM pun kita minta ikut pula berperan,” tambah Salim.

Perlunya jaminan kehalalan makanan dan minuman yang masuk ke perut umat Islam juga disampaikan Ismet Bustamam. Menurut dia, negara sekuler seperti Singapura pun memandang penting persoalan ini.
“Saya bersama istri dan anak yang menggunakan jilbab pernah liburan ke Singapura. Saat hendak memesan makanan, tiba-tiba pelayan mengingatkan bahwa makanan yang hendak kami pesan tidak halal. Kita berharap, pemerintah dan pihak terkait di sini juga lebih peduli tentang masalah ini,” harapnya.(sda)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook