BAHAS SOAL KELAPA

Bupati Temui Kemenristek Dikti

Nasional | Senin, 21 Januari 2019 - 11:05 WIB

Bupati Temui Kemenristek Dikti
BERTEMU: Bupati Inhil HM Wardan didampingi Sekda H Said Syarifuddin melakukan pertemuan dengan pihak Kemenristek Dikti RI yang membahas persoalan produk turunan kelapa di Jakarta, Jumat (18/1/2019). (HUMAS PEMKAB INHIL).

JAKARTA (RIAUPOS.CO)-DALAM rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan produksi kelapa, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, menemui sekaligus melakukan audiensi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI, di Jakarta, Jumat (18/1).

Saat itu Bupati Inhil, Sekda Inhil H Said Syarifuddin berserta rombongan lainnya bertemu dengan Direktur Jendral (Dirjen) Inovasi dan Penguatan Dr Ir Jumain Appe MSi dan Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Kemenristek Dikti, Eka Gandara,
Dari pemaparan yang didengar pihak Kementrian, dijelaskan bahwa Kabupaten Inhil akan dijadikan Klaster Kelapa (KK) di Indonesia dengan 3 cara. Pertama, mendorong kreativitas, melakukan inovasi dan intrepreneurship. Upaya itu menjadi dasar dalam mewujudkan KK
Apalagi menurut Dr Ir Jumain Appe MSi, semuanya turunan kelapa bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Untuk itu pihaknya akan mendorong kelapa menjadi produk unggulan nasional. Langkah awak akan diberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap hal tersebut.

“Langkah ini dapat menguntungkan masyarakat dari sisi ekonomi. Yakni, menerapkan konsep dari hulu hingga hilir,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Kemenristek Dikti, akan mendorong daerah-daerah yang berpotensi terhadap komoditi kelapa supaya bisa dikembangkan kedepannya. Terutama bagi Kabupaten Inhil, sehingga daerah itu akan lebih unggul dimasa-masa yang akan datang.

Bupati Inhil HM Wardan menyampaikan, secara geografis daerah yang dia pimpin salah satu Kabupaten terluas dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Dengan memiliki wilayah seluas itu masyarakat Inhil sebagian besar bergantung pada tanaman kelapa.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Prof Wisnu Gardjito, dipaparkan Bupati, ada 1500 turunan kelapa. Namun dalam pengembangannya, khsusu Inhil ditemui permasahan yang dihadapi masyarakat sebagai petani kelapa. Diantaranya kondisi kelapa yang sudah cukup tua. (adv)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook