Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalis Warga di Tingkat Tapak

Riau Minggu, 20 Januari 2019 - 15:00 WIB

Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalis Warga di Tingkat Tapak
MENTORING: Para peserta pelatihan mendapat mentoring dari trainer AJI Pekanbaru di Kantor WRI Regional Riau di Jalan Wonosari, Pekanbaru, Sabtu (19/1/2019). (AJI PEKANBARU FOR RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru bersama World Resource Institute (WRI) Indonesia kembali menggelar pelatihan jurnalisme warga, Sabtu-Ahad, 19-20 Januari 2019. Ini merupakan pelatihan tingkat lanjut bagi peserta pelatihan jurnalisme warga, bagaimana membangun inisiatif warga di tingkat tapak dalam Kebijakan Satu Peta. Delapan peserta pelatihan ini berasal dari Kabupaten Siak, Kuansing, Kampar dan Pekanbaru.

Peserta pelatihan antusias mengikuti pelatihan lanjutan kemarin. Mereka langsung dimentori para jurnalis yang tergabung dalam AJI. Jadi satu peserta didampingi satu mentor agar mampu membuat tulisan sesuai outline dan tema yang dipilih. 

Sebelumnya pada pelatihan pertama pada 6-7 November 2018 lalu, para peserta telah dibekali berbagai ilmu jurnalistik hingga soal kode etik. Di akhir pelatihan saat itu, peserta sudah membuat  rancangan liputan. Rancangan liputan tersebut diaplikasikan peserta saat kembali ke daerah masing-masing dengan menggali narasumber di lapangan.

"Pelatihan kali ini kita tidak memberikan teori lagi. Rancangan liputan yang telah dibuat peserta didiskusikan dengan para mentor serta langsung diaplikasikan dalam bentuk tulisan. Jadi outputnya setiap peserta minimal membuat tulisan, sesuai tema yang dirancang," ujar Ketua AJI Pekanbaru Firman Agus saat membuka pelatihan di Kantor WRI Regional Riau di Jalan Wonosari, Pekanbaru, Sabtu (19/1).
Pendampingam satu peserta oleh satu mentor, ungkap Firman Agus, agar peserta langsung dibimbing menyempurnakan tulisan dari rancangam liputan yang telah dibuat berdasarkan pelatihan sebelumnya.  Apalagi seluruh peserta sudah menyiapkan bahannya masing-masing. Saat pelatihan lanjutan, mereka tinggal mengembangkan tulisannya sesuai dengan permasalahan di daerah masing-masing. Sebelum mentoring per peserta,  koordinator para mentor, Hasan Basril, membahas salah satu rancangan tulisan peserta.

"Luar biasa pelatihan kali ini. Jujur bikin pusing, ternyata begini cara kerja jurnalis," kata Zaky, peserta dari Pekanbaru.

Sementara Deni, peserta dari Siak mengaku sangat menikmati pelatihan tahap dua ini. "Suasana lebih enjoy, meski kami harus menguras otak untuk menulis," ujarnya sambil mengetik tulisannya.

Usai pembukaan, peserta juga dibekali dengan pemahaman terkait Kebijakan Satu Peta (one map policy). Materi ini disampaikan perwakilan dari WRI Riau, Raido. Ia menjelaskan program dan  peran WRI dalam kebijakan satu peta di tingkat tapak.

Raido memaparkan  bagaimana WRI fokus terhadap kebijakan satu peta di tingkat tapak sekaligus membangun inisiatif warga untuk hal itu. Adapun wilayah kerja di Riau ada di empat kabupaten, Kampar, Kuansing, Rohul dan Siak.

“Bahkan belakangan kami sudah ketemu Bupati Siak H Syamsuar yang juga Gubernur Riau terpilih, sepakat akan membangun hutan adat di Siak dan saat ini dalam proses,” ungkapnya.

Sebelumnya WRI telah berhasil untuk menginisiasi hutan adat di Kenegerian Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Bahkan telah di-SK-kan oleh Bupati Kampar.

Pelatihan jurnalis warga ini juga salah satu tujuannya menyokong program tersebut. Dengan adanya warga yang mampu menyuarakan aspirasi di desa mereka soal peta lahan ini melalui tulisan akan mendorong suksesnya kebijakan satu peta di masa datang.(mng)



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook