SUDAH BERHENTI JADI MAHASISWA

Penyimpan 8.617 Pil Ekstasi Dikendalikan Jaringan Luar

Kriminal | Sabtu, 19 Januari 2019 - 11:30 WIB

KOTA (RIAUPOS.CO) - Status tersangka penyimpan 8.617 butir pil ekstasi yang tertangkap beberapa hari lalu, bukanlah merupakan seorang mahasiswa. Sebelumnya pihak kepolisian mengetahui identitas tersangka berdasarkan melihat kartu tanda penduduk (KTP) milik tersangka.

"Dulu dia seorang mahasiswa di salah satu universitas di Kota Pekanbaru, tapi sekarang telah berhenti," kata Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Deddy Herman melalui Kanit Opsnal Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Iptu Noki Loviko.

 Tahun berapa tersangka meninggalkan dunia pendidikan tersebut, ia mengakui tidak tahu pasti, dimana pada saat ini pihaknya masih berada di lapangan melakukan pengembangan.

Saat ini, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru masih melakukan penelusuran terkait asal muasal ribuan butir barang haram itu. "Masih kami lakukan penyelidikan dari mana asal barang haram ini," kata mantan Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki itu.

Lanjut Noki, bahwa dari keterangan tersangka ia melancarkan aksinya tersebut berdasarkan perintah seseorang yang dikendalikan oleh jaringan dari luar Provinsi Riau. Hingga saat ini keberadaannya masih diselidiki.

Pemberitaan sebelumnya Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali mengamankan narkoba jenis pil ekstasi dengan jumlah 8.617 butir. Di mana barang haram tersebut didapatkan petugas dari tangan seorang pria berinisial MJ (27).

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan Jumat (11/1) sekitar pukul 00.30 WIB, di Jalan Kubang Raya tepatnya di depan salah satu ritel di Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dalam mengungkapkan, bukan hal yang mudah bagi petugas. Pihaknya lebih dulu melakukan penyelidikan selama satu pekan, hingga berhasil membekuk tersangka.

Saat itu ada dua lokasi tempat barang bukti yang ditemukan aparat kepolisian, pertama saat penangkapan di Kubang Raya, dengan barang bukti satu bungkus plastik sedang berisi ekstasi.

Dari hasil pengembangan di rumah tersangka di daerah Jalan Garuda Sakti Kecamatan Tampan, petugas kembali menemukan barang bukti pil ekstasi warna oranye merek kenzo sebanyak empat bungkus sedang dan dua bungkus besar.

Setelah ditotalkan keseluruhan barang bukti berjumlah 8.600 butir hingga tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru guna untuk penyidikan lebih lanjut.  

 Menyikapi peristiwa penangkapan mantan mahasiswa ini, Kriminolog Riau Dr Kasmanto Rinaldi mengatakan, sudah saatnya BNN atau pihak terkait menggandeng dunia pendidikan untuk bekerja sama, seperti pelaksanaan tes urine secara berkala. ‘‘Meskipun biayanya besar, namun sejatinya ini mesti dilakukan agar tidak menafikan fakta yang sudah merajalela,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terutama anggaran sehingga bisa terlaksananya tes urine tersebut. Memang secara teoritis kejahatan narkoba tidak mungkin bisa ditiadakan, namun minimal menciptakan suasana atau situasi terutama dunia pendidikan yang tidak kondusif untuk tempat peredaran narkoba.(lin)

(Laporan Sakiman, Kota)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook