Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Pekanbaru | Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 WIB

KOTA (RIAUPOS.CO) – Kegagalan Kota Pekanbaru kembali meraih Piala Adipura disebutkan Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT disebabkan banyak faktor. Salah satunya, masih rendahnya partisipasi warga kota dalam ikut menjaga lingkungan.

Hal ini disampaikan Wako kepada sejumlah awak media di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Kamis (17/1). Dikatakan Wako, jika dinilai secara fisik, Kota Pekanbaru sudah relatif bagus dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Namun partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan seperti kebersihan masih jauh dari yang diharapkan.

“Kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan masih jauh, ini yang menjadi penghambat Pekanbaru mendapatkan Piala Adipura. Kalau dilihat dari segi nilai, Pekanbaru hanya kurang sedikit saja dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan tim penilai,” katanya.

Menurutnya, bahwa tim penilai Piala Adipura saat ini berbeda dengan tim penilai sebelumnya. Di mana, penilai Adipura yang lama, jika akan melakukan penilaian dapat diarahkan ke objek-objek yang sudah disiapkan, seperti sekolah, pasar dan juga ruas jalan.

“Kalau sekarang ini tidak. Tim penilai bisa menilai lokasi mana saja yang mereka inginkan,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya akan membuat gerakan Pekanbaru Bersih. Di mana gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar bisa mencintai lingkungan, serta menjaga dan memeliharanya.

“Pekanbaru bersih ini sasarannya, tidak hanya pada limbah domestik saja. Melainkan juga kepada persoalan lainnya seperti limbah medis, limbah perbengkelan dan juga restoran,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk keempat kalinya, Kota Pekanbaru gagal meraih Piala Adipura. Di mana Piala Adipura terakhir diterima Pekanbaru pada 2014 lalu. Setelah tahun itu, secara berturut-turut hingga tahun 2018, Pekanbaru tidak lagi mendapatkan piala yang bertujuan sebagai penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaannya.

Pengamat perkotaan, Mardianto Manan mengatakan, kembali gagalnya Pekanbaru dalam hal mendapatkan Piala Adipura adalah bukti bahwa pihak ketiga gagal mengelola sampah di Pekanbaru. Pasalnya, saat ini pengelolaan sampah di Pekanbaru sudah diserahkan kepada pihak ketiga, terutama di dua zona.

“Memang pantas Pekanbaru tidak dapat Piala Adipura lagi, karena sejak pertama kali pengelolaan sampah di Pekanbaru ini diserahkan kepada pihak ketiga, sudah kacau balau. Mulai dari proses pelelangan, penunjukan pemenang, hingga pengelolaan tidak betul. Sehingga saya menduga ada permainan dalam hal penunjukan pihak ketiga ini,” katanya.(sol)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook