IBU MENINGGAL, BAPAK KABUR

Rela Berhenti Sekolah Demi Dua Adik

Liputan Khusus | Jumat, 11 Januari 2019 - 20:11 WIB

Rela Berhenti Sekolah Demi Dua Adik
JAGA: Andini saat menjaga kedua adiknya dan memilih untuk tidak melanjutkan sekolah setelah ibunya meninggal dunia.

BAGIKAN

2
SHARES

BACA JUGA


KERUMUTAN (RIAUPOS.CO) - Andini (14) terpaksa memutuskan berhenti sekolah. Gadis remaja yang duduk di kelas VII atau 1 SMP di Kecamatan Kerumutan ini meninggalkan bangku sekolah karena harus mengurus dua adiknya setelah ibunya meninggal dunia. Sementara sang ayah hingga kini tak tahu di mana rimbanya.

Gadis berjilbab ini tinggal bersama dua adiknya yang masih batita (bawah tiga tahun). Yakni Purwanti (1 tahun, 8 bulan) dan Duratul Jannah (4 bulan). Mereka tinggal di sebuah rumah kayu yang telah lapuk. Rumah peninggalan orangtua mereka di Dusun Telayap Desa Pangkalan Tampoi Kecamatan Kerumutan. 

Sebagai anak tertua, Andini harus berjuang keras menghidupi kedua adiknya. Dia pun berusaha sekuat tenaga untuk merawat, menjaga dan membesarkan kedua adiknya itu.
Dedi Azwandi, pegiat sosial Kabupaten Pelalawan mengatakan, ibu Andini telah meninggal pada tanggal 3 Januari lalu karena mengidap penyakit TBC akut. 

Sementara ayahnya, sudah tidak diketahui rimbanya sejak adik bungsunya Durrattul Jannah masih dalam kandungan," terang Dedi kepada Riau Pos usai mengunjungi tiga bersaudara itu, Kamis (10/1).

Dituturkan Dedi, ibu Andini bernama Ijas. Selama ini telah hidup dalam garis kemiskinan setelah ditinggalkan sang suami yang tak kunjung memberikan nafkah. Bahkan, Ijas juga kerap kewalahan menafkahi ketiga anaknya karena tidak memiliki pendidikan yang memadai.

"Ibu kandung Andini ini semasa hidupnya tidak memiliki pekerjaan sehingga kesulitan menafkahi ketiga anaknya. Belum lagi kondisi kesehatan dia yang mengidap penyakit berbahaya TBC akut," sebut Dedi.

Melihat ibunya tak sanggup lagi bekerja, ungkap Dedi, sebagai anak tertua, Andini berpikir keras. Dia pun turun tangan mencari pekerjaan guna menutupi keperluan hidup ibu dan kedua adiknya. Berbagai rumah warga didatanginya demi mendapatkan sejumlah rupiah. Dia menjajakan jasa sebagai tukang gosok pakaian warga di sekitar kampungnya.

Alhamdulillah, cukup banyak warga yang prihatin melihat kondisi kehidupan gadis ini. Sehingga memberikannya pekerjaan menggosok pakaian mereka. Dengan upah menggosok ini, digunakan Andini untuk membeli sembako. Kalau ada sisa, ditabungnya untuk biaya pendidikannya," beber Dedi. 

Dikatakan Dedi, kebetulan dia bersama rekan dari pegiat sosial, saat itu tengah berada di Dusun Telayap Desa. Sehingga melihat keluarga ini, maka kami sepakat mengumpulkan sejumlah uang (sumbangan sukarela) setiap bulan dan menyumbangkannya untuk membantu meringankan sedikit beban kehidupan mendiang. 

Ya, kalau tidak salah sudah lebih kurang enam bulan lalu kami berikan sedikit bantuan setiap bulan," ucapnya.  

Hanya saja, lanjut Dedi yang juga merupakan anggota Tagana Pelalawan ini, pada tanggal 3 Januari lalu, Andini beserta dua adiknya mengalami duka yang sangat mendalam karena sang ibu telah dipanggil Sang Khalik. Tentunya kondisi ini membuat Andini harus merelakan impiannya melanjutkan pendidikan karena harus mengasuh dua adiknya yang masih kecil. 

"Dengan kondisi ini, tentunya nasib tiga piatu ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Alhamdulillah, sejauh ini telah cukup banyak yang peduli terhadap kehidupan Andini bersaudara dengan memberikan bantuan. Seperti Tagana, Yayasan Pembina Muallaf Ar Risalah, Laziz Imra, Baznas Pelalawan serta pihak lainnya. Untuk itu, mari kita bersama-sama mendoakan agar Allah SWT mudahkan dan memberi kesabaran kepada Andini untuk membesarkan kedua adiknya," ujarnya. 

Bantuan Mengalir 
Kisah duka dijalani Andini bersama dua adik yang masih kecil menyedot banyak perhatian. Namun keteguhan piatu yang ditinggal mati ibunya dan ditelantar ayahnya ini membawa berkah. Pasalnya banyak orang yang empati terhadap nasib mereka. Berbagai bantuan mulai mengalir. 

Bahkan banyak pula yang mau mengadopsi adiknya,’’ kata Dedi.
Diungkapkannya, selain bantuan uang yang terus mengalir serta makanan dan peralatan bayi untuk kedua adiknya dari para penderma, Andini bersaudara mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan. Pasalnya,  Lazis Imra PT RAPP akan membangun rumah baru yang layak huni untuk Andini dan adiknya. 

"Namun demikian, sebelum rumah peninggalan rumah orangtua Andini yang sudah sangat tua itu dibangun, Laziz Imra berharap agar kita dapat segera mengurus kelengkapan rumah ini yakni surat atau sertifikat tanah. Alhamdulillah, pihak Desa Pangkalan Tampoi sangat mendukung dan bersedia membantu segera mengurus surat dan administrasi  rumah Andini dan adiknya,’’ papar Dedi seraya menyampaikan ucapan terima kasih semua pihak yang membantu anak-anak kurang beruntung itu.(amn)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com