Sidang Pembunuhan Siswa SMP Gaduh
Jumat, 11 Januari 2019 - 13:35 WIB > Dibaca 310 kali Print | Komentar
Berita Terkait



TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Sidang perdana AM (18), terdakwa pelaku utama pembunuhan Riski Ramadhan alias Faris, siswa SMP yang terjadi pada, September 2018 lalu di Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean, sempat gaduh di Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Rabu (9/1) siang.

Kegaduhan tersebut berawal, saat AM akan digiring kembali ke sel tahanan pengadilan. Salah seorang keluarga yang diketahui tante korban dengan suara lantang sambil menangis memanggil-memanggil AM. Sedangkan paman korban mencoba untuk mengejar AM ke sel tahanan.

Melihat suasana makin memanas, petugas langsung mengamankan AM dan melarikannya melalui pintu belakang dengan pengawalan ketat dibantu anggota Polres dan kejaksaan. Setelah itu, Jaksa Penuntut Umum Riki Riansyah mencoba menenangkan keluarga korban. “Kami paham akan perasaan bapak-ibu selaku keluarga korban, tapi kami mohon tolong juga bantu kami dalam menjalani proses ini,” ujar Riki Riansyah.

Awalnya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) ini dipimpin Reza Himawan Pratama SH MH selaku Hakim Ketua, didampingi Rini Lestari Br Sembiring, SH MH dan Duano Aghaka, SH MH sebagai hakim anggota, berjalan lancar.

Ketua majelis hakim terlebih dahulu menanyakan kepada terdakwa, apakah dirinya didampingi penasehat hukum atau pengacara, namun terdakwa mengatakan tidak ada.

Disebabkan dalam persidangan ini terdakwa harus didampingi oleh penasehat hukum, maka ketua majelis hakim mempersilahkan penasehat hukum yang telah disediakan oleh negara untuk mendampingi terdakwa dalam menjalani proses persidangan.

Setelah itu, ketua majelis hakim mempersilahkan JPU untuk membacakan dakwaannya. Riki Riansyah selaku JPU membacakan semua kronologi aksi pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku. Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim mempersilahkan kepada terdakwa jika ada keberatan atas dakwaan yang dibacakan JPU sebelumnya, namun terdakwa bersama penasehat hukumnya menyatakan tidak ada.(yas)


KOMENTAR
Berita Update
Kisah Pilu di Sudut Kota
Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Pengedar 2 Kg Ganja Dibekuk Polisi

Selasa, 22 Januari 2019 - 12:30 WIB

Rumah Dinas Camat Dibobol Maling

Senin, 21 Januari 2019 - 10:46 WIB

25 Unit Laptop SMAN 1 Rengat Disikat Maling

Senin, 21 Januari 2019 - 10:15 WIB

Gerombolan Pemuda Lukai Lima Pengunjung Warung

Senin, 21 Januari 2019 - 09:15 WIB

Koordinasi dengan Polda  Ungkap Asal Ribuan Ekstasi

Senin, 21 Januari 2019 - 09:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us