Pemprov Dinilai Tak Serius Tangani Karhutla
Selasa, 08 Januari 2019 - 13:30 WIB > Dibaca 502 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi. Kali ini karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar. Total luas lahan yang terbakar mencapai 55 hektare. Atas dasar itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menilai pemerintah provinsi tidak serius mengatasi karhutla.

Seperti diungkapkan anggota Komisi V DPRD Riau Husaimi Hamidi kepada Riau Pos, Senin (7/1). Ia menyebut satuan tugas yang bertanggung jawab untuk memadamkan sudah berjibaku memadamkan lahan yang terbakar. Namun disisi lain, perusahaan yang membuka lahan tanpa izin seolah dibiarkan. Seharusnya pemprov memiliki tanggung jawab untuk memanggil setiap perusahaan yang lahannya terbakar.

‘’Kita lihat satgas sudah berjibaku. Polisi dan TNI. Petugas sudah bekerja keras memadamkan api. Kini tinggal bagaimana pengawasan dari pemerintah atas lahan yang terbakar. Punya siapa? Kalau perusahaan panggil. Cabut izinnya,” tegas Husaimi.

Sejauh ini, dirinya melihat pembukaan lahan tanpa izin oleh perusahaan seolah dibiarkan. Maka dari itu aksi pembakaran lahan kembali marak terjadi. Pemerintah, dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seharusnya punya peran sentral dalam kasus pembukaan lahan. Bahkan OPD juga bisa mencatat serta mendata pemilik lahan.

Kepada penegak hukum, Politisi PPP itu meminta agar lahan yang terbakar segera disegel. Karena kuat indikasi setelah lahan kosong dan terbakar maka akan diisi dengan tanaman. Jika itu terjadi, bisa dipastikan kebakaran lahan yang terjadi akibat kesengajaan. Baik oleh perusahaan maupun oknum masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau Taufik Arrakhman. Menurut dia, dampak karhutla akan sangat mengkhawatirkan bila terus meluas. Terlebih pada kondisi cuaca saat ini yang sudah memasuki musim kemarau.”memang banyak faktor. Saat ini kita lihat cuaca paling dominan. Maka memang harus segera ditangani dengan cepat dan tepat,” imbuhnya.(nda)
KOMENTAR
Berita Update
Kisah Pilu di Sudut Kota
Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Status Siaga Banjir Belum Dicabut

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:00 WIB

Masyarakat Diajak Jaga Keindahan Taman

Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 WIB

Kejadian Pencemaran  Lingkungan Meningkat

Rabu, 16 Januari 2019 - 13:30 WIB

Dua Perbup Kawasan  Wisata Diajukan

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:01 WIB

Pembangunan Pasar Puo Raya dan Kasimang Tuntas 100 Persen
Sagang Online
loading...
Follow Us