Wakapolres Berjibaku Padamkan Karhutla

Lingkungan | Selasa, 08 Januari 2019 - 12:31 WIB

Wakapolres Berjibaku Padamkan Karhutla
Padamkan Api: Wakapolres Rohil Kompol dr Wawan SH MH memadamkan api pada saat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Mumugo, Kecamatan Tanah Putih, kemarin. (Zulfadhli/Riau Pos)

UJUNGTANJUNG (RIAUPOS.CO) - Hawa terasa panas siang itu, bukan hanya karena sengatan terik matahari tapi juga dipengaruhi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kepenghuluan Mumugo, Tanah Putih.

Meskipun panas, tak menyurutkan semangat Waka Polres Rohil Kompol dr Wawan SH MH untuk turun ke lapangan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan atas titik api yang terjadi bersama dengan jajaran yang ada. Kehadiran orang nomor dua di lingkungan Polres Rohil ini guna memastikan proses pemadaman kebakaran lahan berjalan maksimal sesuai yang direncanakan.

Karhutla sudah terjadi dalam pekan pertama tahun 2019 di tempat tersebut, Jumat (4/1) kemarin, akibatnya polisi kembali harus berjibaku turun ke lapangan melakukan upaya pemadaman.  Begitu juga pihak dari TNI, Menggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada.

“Setiap kebakaran lahan terjadi personel kepolisian tetap diterjunkan untuk memadamkan api, hal itu sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan Rohil bebas dari titik api dan kabut asap,” ujar Kompol Wawan, Senin (7/1).

Seperti pada saat kejadian Karhutla kemarin ia menerangkan dikerahkan sebanyak 35 personil yang terdiri dari unsur Polsek dan Polres, selain itu juga empat perwira diantaranya Waka Polres sendiri, Kabag Ops, Kasat Lantas dan Kapolsek Tanah Putih. Beruntung pemadaman karhutla dapat dilakukan dan tidak meluas ke tempat lain.

“Selain itu penegakkan hukum juga dilakukan, saat ini Tim Reskrim Polres sudah diturunkan ke lokasi lahan terbakar untuk melakukah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ada tiga orang saksi yang merupakan pemilik lahan sudah dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Sementara di lokasi lahan yang terbakar itu telah dipasangi garis polisi dan warga dilarang untuk melakukan aktifitas pengolahan lahan di tempat bekas terbakar itu.(fad)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU