Menuba Ikan Bisa Didenda 100 juta
Senin, 07 Januari 2019 - 16:02 WIB > Dibaca 563 kali Print | Komentar
Berita Terkait



BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Untuk melestarikan ekosistem ikan di sungai, sah-sah saja. Namun, denda sampai Rp100 juta tentu membuat tercengang. Apalagi denda itu dikenakan hanya karena terbukti menuba atau menangkap ikan dengan cara menyetrum.

      Denda fantastis ini, boleh percaya dan boleh juga tidak, denda ini berlaku di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa. Jangan pernah disepelekan. Tidak hanya disetujui masyarakat setempat, tapi juga mendapat dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Bahkan Kepala Desa Koto Perambahan Sahrul menjelaskan, selain ditembuskan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas, surat larangan dan ancaman denda itu ditembuskannya ke Camat Kampa, BPD, LPM, hingga ke Ketua Pemuda, Kepala Dusun hingga para Ketua RW dan RT di desa tersebut.

     ‘’Aturan dan denda ini kami buat karena banyaknya keluhan dan aduan dari masarakat desa juga bahwa banyaknya perilaku tidak bertanggung jawab dalam menangkap ikan  dengan menggunakan alat-alat yang membahayakan. Alat-alat seperti setrum dan tuba ini kan dapat mengancam kelestarian sumber daya ikan di Sungai Kampar,’’ terangnya.

     Kematian ikan disebabkan oleh tuba dan listrki memang massif. Alat itu tidak memilih-milih jenis dan ukuran yang jadi mangsanya. Semua jenis ikan besar dan kecil terkena dampak mematikan. Padahal yang diambil oleh penangkap ikan ini sendiri hanya mengambil yang besar.

      Sahrul sendiri langsung menginstruksikan aparat desa di bawahnya untuk menyebarluaskan aturan yang sudah diperbanyak tersebut. Camat Kampa Kholis Febriyasmi mendukung aturan tersebut, selama itu untuk menjaga kelestarian dan disetujui masyarakat setempat. Dirinya berharap tidak ada lagi warga yang menangkap ikan dengan setrum ataupun tuba.(end)

KOMENTAR
Berita Update

Spider-Man Laris Berkat Infinity War
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:59 wib
KAJI PEMBIAYAAN BPJS KESEHATAN
Caesar Dicurigai Ada Kecurangan
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 wib

Supermoon, Waspada Pasang Maksimum Air Laut
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:24 wib

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Tuai Pro-Kontra
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:16 wib
Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran

Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran
Minggu, 19 Januari 2019 - 15:08 wib
Disnaker Sidak Dumai Square

Disnaker Sidak Dumai Square
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:35 wib
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:13 wib
4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el

4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:00 wib
SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari

SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari
Minggu, 19 Januari 2019 - 13:46 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Sebelas Blok Migas Belum Digarap

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:35 WIB

Bank OCBC NISP Ajak Mahasiswa Berbagi Ide di IdeatiON 2019
PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 WIB

Kemendag Awasi 6.803 Produk

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:37 WIB

2019, ASUS Gandeng Sebastian Gunawan

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:38 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us