MAFIA BOLA

Buru Tersangka lewat Aliran Dana

Hukum | Minggu, 30 Desember 2018 - 15:59 WIB

Buru Tersangka lewat Aliran Dana
Dwi Irianto alias Mbah Putih.
Untuk mendukung Polri, maka perlu pengawasan mencegah potensi tersebut. Kalau memungkinkan bisa dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agar meminimalisir kemungkinan pengaturan pasal terhadap mafia bola, jelasnya.

Dia menuturkan, penegakan hukum terhadap mafia bola ini jangan menjadi tindakan utama. Sebab, penegakan hukum itu hanya pendorong, yang seharusnya utama adalah pembinaan pemain, pelatih, wasir dan manajer klub. Hukum juga harus ditegakkan dengan konsisten, terangnya.

Semen Padang Tak Tanggapi Tawaran Main Seri
Makin banyak saja pihak yang berani bersuara soal tawaran pengaturan skor.  Kemarin, kubu Semen Padang memberikan pengakuan yang mengejutkan. Pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli mengaku, kalau timnya sempat mendapat tawaran untuk melakukan pengaturan skor di Liga 2 2018.

Namun, sebelum semua berlanjut, pelatih yang tengah mengikuti  program AFC Pro Lisence itu tidak menanggapinya. Memang ada banyak tawaran, tapi ya gitu saya gak mau meneruskan, kata mantan penggawa Semen Padang era 1980 an tersebut.

Syafrianto enggan menyebutkan tawaran itu datang saat babak reguler, delapan besar, semifinal maupun partai puncak, final di Stadion Pakansari 4 Desember lalu.  Yang jelas, ada oknum pemain dan  pengurus klub Liga 2 yang meminta poin (main seri) dari Semen Padang.  Tapi, permintaan itu tidak digubris.

Terpisah, manajer Kabau Sirah, julukan Semen Padang Win Bernadino membenarkan apa yang dialami Syafrianto. Dan, sejak awal manajemen sudah memberikan pengertian buat seluruh tim untuk membentengi diri agar tidak terlibat dalam pusaran busuk tersebut.

Baru dua hari lalu, Syafri cerita itu. Nggak tahu, tawaran itu datang dengan nada bercanda atau serius, yang jelas kami tidak mau ikut ambil bagian, sebutnya. Bahkan, menurut pengakuannya, pada babak 8 besar, Semen Padang merasa dikerjai saat berjumpa PS Mojokerto Putra (PSMP). Saat  away di Mojokerto, dua kali kami terkena hukuman penalti, ujarnya.

Pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyambut positif pengakuan kubu Semen Padang.  Mereka berjanji akan melanjutkan investigasi terkait kasus pengaturan skor di Liga 2 dan 3. Asep Edwin, Ketua Komdis PSSI mengibaratkan, kasus tersebut seperti halnya teori korupsi.

Ibaratnya ketemu satu kecoa di satu tempat, bisa dipastikan ada puluhan lain di situ, terangnya.  Selanjutnya, Komdis berencana memanggil yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan. Kami sebenarnya tidak memprioritaskan satu kasus tertentu. Tetapi karena di Liga 2 dan 3 sudah bergulir, maka akan kami tindak lanjuti, beber Asep.(nap/bas/han/idr/das)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com