Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem

Kesehatan | Minggu, 30 Desember 2018 - 10:22 WIB

Menjaga Kesehatan saat Perubahan Cuaca Ekstrem
dr Rizki Fatimah.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Saat ini Kota Pekanbaru tengah mengalami musim pancaroba yang terbilang ekstrem. Sewaktu-waktu saat cuaca terang benderang dengan suhu yang cukup tinggi dapat berubah seketika menjadi hujan deras dan suhu turun dengan drastis. Hal ini diperberat dengan hujan berkepanjangan yang menyebabkan banjir di beberapa titik di Kota Pekanbaru.

“Perubahan cuaca yang ekstrem ini tidak hanya berdampak pada kegiatan sehari-hari, namun juga berdampak pada kesehatan tubuh kita,” ujar Dokter Umum Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dr Rizki Fatimah, Jumat (28/12).

Dalam kondisi cuaca yang demikian, virus dan bakteri di sekitar kita dapat berkembang dan menyebar lebih cepat. Penyebaran penyakit lebih mudah terjadi walaupun daya tahan tubuh dalam keadaan prima. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit yang mengganggu kesehatan tubuh kita.

Beberapa jenis penyakit yang sering muncul disaat perubahan cuaca yang ekstrim ini diantaranya

Demam berdarah. Demam berdarah sering terjadi karena kurangnya tingkat kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Mengabaikan genangan-genangan air di sekitar rumah atau tidak menutup rapat tempat penampungan air di sekitar rumah. Sehingga menjadi tempat tumbuh jentik-jentik aides aegypti.

Gejala demam berdarah pada umumnya berupa demam tinggi yang turun pada hari ketiga namun akan naik kembali, mual, muntah, nyeri kepala, badan pegel linu, serta dapat disertai munculnya bintik-bintik merah dikulit, gusi berdarah atau mimisan.

Diare. Pada musim pancaroba, kasus penyakit ini menjadi tinggi karena banyaknya debu dan kotoran yang bertebaran. Penyakit ini erat kaitannya dengan pola konsumsi makan dan kebersihan bahan makanan. Karena penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman.

Gejala dapat berupa buang air besar cair yang berulang kali, perut terasa melilit, dapat disertai muntah-muntah yang menyebabkan tubuh penderita lemas karena dehidrasi.

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Penyakit ini paling rentan menyerang di musim pancaroba. Gejala paling umum dan paling banyak dialami berupa demam, batuk dan pilek. Hal ini menandai daya tahan tubuh menurun karena perubahan cuaca yang tidak stabil sehingga virus dan kuman yang banyak di udara mudah untuk menyerang daya tahan tubuh.

Untuk menghindari penyakit yang banyak berjangkit di perubahan cuaca yang ekstrim ini, tubuh harus beradaptasi dan memerlukan stamina yang fit. Berikut beberapa tips untuk menjaga keadaan tubuh selalu dalam keadaan fit dan prima.

Rajin mengonsumsi buah dan sayur. Makanan yang kaya akan kandungan antioksidan yaitu sayuran dan buah-buahan penting untuk dapat mendukung sistem kekebalan imunitas tubuh. Kadungan antioksidan dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat menekan kerusakan dalam sel serta mendukung sistem imunitas tubuh Anda. Sayuran dapat membantu meningkatkan produksi senyawa untuk mengatur kekebalan tubuh Anda.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook