KBA INDAH MADANI PEKANBARU, DARI GERSANG-SURAM MENUJU HIJAU-CERIA
Keripik Cabai pun Melanglang ke Jerman dan Prancis
Sabtu, 29 Desember 2018 - 10:08 WIB > Dibaca 8360 kali Print | Komentar
Keripik Cabai pun Melanglang ke Jerman dan Prancis
TUNJUKKAN PRODUK: Kader penggerak KBA Indah Madani, Mirshal bersama Desi dan Renita menunjukkan produk IKM, beberapa waktu lalu. (M AMIN/RIAU POS)
RENITA (42) sedikit terlambat. Sudah pukul 11.00 WIB. Beberapa rekannya sudah lebih dahulu hadir. Kewajiban keluarga memang nomor satu sebelum datang ke markas Kampung Berseri Astra (KBA) Indah Madani di RT 04, RW 04, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru itu. Setelah semua urusan rumah tangga selesai, baru mereka boleh berkumpul, berkreasi, dan berwirausaha.

Laporan MUHAMMAD AMIN, Pekanbaru

Tempat pertemuan sekaligus ruang kreasi dan gerai itu sederhana. Hanya ruangan kecil empat kali empat meter. Di sana ada berkas administrasi, pajangan prestasi, foto-foto, dan kreasi kaum ibu anggota KBA Indah Madani.  Halamannya luas dan rindang. Itu yang juga membuat nyaman. Kendati bermarkas sederhana, semangat anggotanya luar biasa. Termasuk Renita. Dia pun hanya sebentar berbincang dengan beberapa rekan untuk koordinasi. Lalu dia pergi lagi.

"Harus jemput anak pulang sekolah. Nanti balik lagi," ujar Renita lantas tancap gas dengan sepeda motornya.

Setelah tugas jemput anak tuntas, Renita kemudian masuk "kantor". Tugas sudah menanti. Banyak kreasi kaum ibu di KBA Madani ini. Sebagian sudah berkembang cukup pesat. Renita misalnya mengkoordinir pembuatan kerupuk cabai. Kerupuk berbahan ubi atau singkong ini ternyata disukai. Bahkan, keripik ini sudah sempat melanglang buana ke Jerman, Prancis, Arab Saudi, Jakarta, Bali, dan beberapa kota lainnya di Tanah Air.
 
"Banyak yang pesan karena mereka suka. Lalu keripik itu dibawa untuk oleh-oleh hingga ke Jerman dan Prancis," ujar Renita.

Sebenarnya, keripik yang dibuat kaum ibu KBA Indah Madani ini cukup mahal. Harganya Rp70 ribu per kg. Keripik lainnya di pasaran rata-rata berharga Rp40-Rp50 per kilogram. Tapi mereka tetap banjir pesanan. Rasanya memang khas. Ada yang original, pedas manis, atau pedas. Pemesannya dari berbagai macam lapisan masyarakat, yang terbanyak dari instansi pemerintah. Ada juga sekolah, perkantoran swasta, dan pribadi-pribadi. Ada yang sengaja membawa untuk bekal cemilan saat umrah, traveling, liburan, dan lainnya.


Bersama KBA Indah Madani, Renita ingin mengembangkan usaha rumahan ini. Langkah sudah disusun. Toko retail bahkan mal pun sudah siap menerima. Hanya saja tentu diperlukan syarat untuk industri makanan rumahan ini. Pihaknya masih mengurus perizinan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang tahun 2018 ini kuotanya sudah habis.

"Mungkin tahun depan," ujarnya.

KOMENTAR
Berita Update

Spider-Man Laris Berkat Infinity War
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:59 wib
KAJI PEMBIAYAAN BPJS KESEHATAN
Caesar Dicurigai Ada Kecurangan
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 wib

Supermoon, Waspada Pasang Maksimum Air Laut
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:24 wib

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Tuai Pro-Kontra
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:16 wib
Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran

Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran
Minggu, 19 Januari 2019 - 15:08 wib
Disnaker Sidak Dumai Square

Disnaker Sidak Dumai Square
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:35 wib
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:13 wib
4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el

4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:00 wib
SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari

SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari
Minggu, 19 Januari 2019 - 13:46 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Tapal Batas Lubuk Batu Jaya dengan Ukui Tak Ada Pergeseran
Ibunya Meninggal karena TBC, Kini Adiknya Tertular

Selasa, 15 Januari 2019 - 10:52 WIB

Alamat Sertifikat di Inhu, Praeksekusi Dilakukan di Pelalawan
Rela Berhenti Sekolah Demi Dua Adik

Jumat, 11 Januari 2019 - 20:11 WIB

Proyek SPAM Roboh, Adakah Kerugian Negara?

Selasa, 08 Januari 2019 - 17:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us