Masyarakat Kembangkan Tanaman Buah dan Apotik Hidup

Lingkungan | Rabu, 26 Desember 2018 - 12:45 WIB

Masyarakat Kembangkan Tanaman Buah dan Apotik Hidup
GOTONG ROYONG: Masyarakat dan Pemerintah Kecamatan ujung Batu melakukan gotong royong membersihkan lokasi Dasa Wisma Jalan Sawan Desa Pematang Tebih yang menjadi salah satu lokasi fokus penilaian lomba TP PKK tingkat Kabupaten Rohul tahun 2018. (HUMAS PEMKAB ROHUL).

ROKANHULU (RIAUPOS.CO)-PEMERINTAH Kecamatan Ujung Batu mendorong masyarakat di kelurahan dan desa se-Kecamatan Ujung Batu untuk dapat memamfaatkan lahan kosong yang di perkarangan rumahnya, untuk ditanami tanaman apotik hidup maupun tanaman buah buahan yang bermamfaat.

Camat Ujung Batu Arie Gunadi menyebutkan, tanaman apotik hidup dapat menjadi sumber pengobatan alami yang dapat dikembangkan sendiri di pekarangan rumah. Dimana ajakan untuk membudidayakan tanaman obat di pekarangan atau kebun bukan lagi ajakan baru.
Bahkan sudah lama pemerintah daerah mengajak masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk menanam  berbagai tanamam yang berkhasiat sebagai obat.

‘’Kita terus mendorong masyarakat di Kecamatan Ujung Batu untuk menanam tanaman buah buahan dan apotik hidup di lahan perkarangan rumah seperti kunyit, jahe, temu lawak, daun sirih, daun salam dan Tanaman penghasil buah dan biasanya dikonsumsi buahnya dan dimiliki khasiat sebagai obat,’’ ungkap Camat Ujung Batu Arie Gunadi SSTP kepada wartawan, Selasa (25/12), usai melaksanakan gotong royong bersama masyarakat Dusun Suka Maju Desa Pematang Tebih dalam rangka persiapan penilaian lomba Kelembagaan PKK tingkat Kabupaten Rohul.

Menurutnya, Dusun Suka Maju Desa Pematang Tebih mewakili Kecamatan Ujung Batu dalam penilaian Tim Penggerak PKK kabupaten Rohul.Dimana Jalan Sawan Dusun Sukamaju menjadi lokus Dasa Wisma tanaman obat keluarga dan lingkungan.

Arie menjelaskan, lokasi penilaian TP PKK Kabupaten Rohul adalah lokus utama administrasi PKK di Balai Desa Pematang Tebih. Dipilihnya Jalan Sawan sebagai titik penilaian pada lomba PKK kabupaten tahun ini, ingin menunjukkan bahwa warga yang ada di pelosok masih memiliki semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun desa.(adv)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook