PENGRUSAKAN ATRIBUT PARTAI DI PEKANBARU

Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

Hukum | Selasa, 18 Desember 2018 - 17:31 WIB

Tim Kampenye KIK Serahkan Sepenuhnya ke Kepolisian
Direktur Hukum dan Advokasi TKD KIK Riau, Eva Nora saat memberikan keterangan terkait polemik pengrusakan atribut yang sempat heboh, beberapa waktu lalu.Riri for Riau Pos

BAGIKAN


BACA JUGA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasus perusakan atribut Partai Demokrat (PD) di Pekanbaru tengah menuai sorotan. Meski begitu, Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Provinsi Riau menyerahkan penanganan hukum permasalahan tersebut kepada pihak berwajib. 


Perusakan atribut PD itu diduga dilakukan puluhan orang tak dikenal (OTK). Pada Sabtu (15/2/218) sekitar pukul 01.45 WIB, salah seorang pelaku berhasil diamankan, yakni berinisial HS. 

“Kami dari TKD KIK Riau menyesalkan perusakan atribut tersebut," ungkap Direktur Hukum dan Advokasi TKD KIK Riau, Eva Nora, Selasa (18/12/2018). 

 Berbagai spekulasi muncul atas kejadian itu. Salah satunya, tudingan adanya keterlibatan salah satu partai koalisi pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dalam aksi tidak terpuji itu. Apalagi peristiwa itu terjadi bertepatan dengan kedatangan Jokowi ke Pekanbaru. 

 "Kami dari tim koalisi telah mengecek ke lapangan. Setelah kami cek dengan PDI-P, tidak ada nama itu (HS,red) jadi pengurus PDI-P," sebut Eva. 

 Lanjut Eva, pihaknya menyerahkan permasalahan ini ke pihak kepolisian, dan semua pihak diharapkan menghormati proses hukum yang berjalan. Apalagi saat ini HS telah dilakukan penahanan. 

"Kami berharap tidak ada lagi keributan, tidak ada lagi saling tuding, saling fitnah, Mari kita serahkan ini ke proses hukum. kita percayakan pada penyidik kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas. Kalaupun ada tersangka lainnya setelah HS ini, monggo. Silahkan," kata dia. 

 Jika nanti dalam proses penyidikan kata dia, adanya keterlibatan oknum dari partai koalisi. Maka pihaknya menegaskan, hal itu akan ditindak. "Misalkan ada memang ada terbukti itu adalah suruhan dari tim koalisi, maka itu akan ditindak oleh tim koalisi," tegas Eva Nora. 

 Selain itu, Eva meminta agar semua pihak tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai momen untuk saling menghujat. Apalagi, katanya, di saat hampir bersamaan juga ada kejadian perusakan atribut dari PDI-P. Dimana dalam kasus itu, polisi telah menetapkan dua orang tersangka. 

“Oleh karena itu, kami berharap mudah-mudahan ini tidak menyerempet kepada tim koalisi," sambung Eva Nora. 

 Sebelumnya, ada dua aksi perusakan atribut partai politik yang ditangani Polresta Pekanbaru. Laporan pertama dilaporkan Eddy A Muhammad Yatim berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/1110/XII/2018/SPKT tertanggal 15 Desember 2018. Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPD Partai Demokrat Riau itu melaporkan HS (22), warga Jalan Ikan Mas Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Adapun barang bukti yang disita dari tangan HS berupa 4 buah tiang berupa bambu dan kayu, potongan berupa sobekan baliho, dan pisau cutter. Sejauh ini, polisi mengungkap HS nekat melakukan aksi tersebut karena tergiur sejumlah uang. 

Lalu, dugaan perusakan baliho calon legislatif (caleg) DPR RI atas nama Effendi Sianipar dari PDI-P. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/12) sekitar pukul 10.15 WIB, di Jalan Singgalang 5 tak jauh dari Pondok Pesantren Ikhwan, Kecamatan Tenayan Raya. Adapun dasar laporan adalah Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/1111/XII/2018/RIAU/Polresta Pekanbaru. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu D alias KS (29) warga Jalan Hangtuah Ujung Kelurahan Sialang Sakti, Tenayan Raya. Lalu, MA (23) warga Jalan Singgalang Pada Villa Singgalang, Tenayan Raya.(rir)



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook