Gubri: Jokowi ke Riau Bukan Kampanye

Pekanbaru | Rabu, 12 Desember 2018 - 11:36 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rencananya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi, akan berkunjung ke Riau pada 15 Desember mendatang. Salah satu agendanya penabalan gelar adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

   Namun banyak yang menilai, kedatangan Jokowi ke Riau ini sarat dengan kampanye. Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim membantah itu. Menurut dia,

kedatangan Jokowi ke Riau bukanlah kampanye, melainkan agenda kenegaraan.
 “LAM-lah yang bicara waktu bertemu dengan Presiden langsung di Istana Negara. Tapi untuk kunjungannya ke Riau atas dasar tugas kenegaraan. Kami juga sudah bicara dengan LAM, kunjungan Pak Jokowi tidak ada kaitannya dengan kampanye,” katanya, kemarin.

 Wan Thamrin Hasyim mengatakan, pada 15 Desember 2018 nanti, Jokowi dipastikan hanya sehari di Pekanbaru, dan pada petangnya langsung kembali ke Jakarta. Agenda pemberian gelar adat oleh LAMR hanya agenda sisipan di sela-sela kunjungan kerja Presiden ke Pekanbaru.

 Sebelumnya, rencana pemberian gelar adat kepada Jokowi oleh LAMR, menuai pro kontra. Terbaru, Panglima Laskar Melayu Riau Umar Said, mempertanyakan rencana tersebut. Umar Said menilai, pemberian gelar adat kepada Jokowi seharusnya tak dilakukan di tahun politik saat ini.

  “Bukan masalah setuju tidak setuju. Tak elok kenapa di tahun ini? Ini tahun politik,” ujarnya.
Menurut Umar Said, LAMR bisa memberikan gelar adat di saat pemilihan presiden nantinya telah usai. “Dah selesai besok siapa menang, baru dikasih gelar, tak apa,” ungkapnya.

  Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Al Azhar beberapa waktu lalu sudah menegaskan jika gelar adat tersebut tidak ada kaitannya dengan politik. Menurut dia, LAMR hanya memegang adat dan budaya, serta tak masuk dalam politik.

   “Kami tak masuk dalam politik. Ini murni masyarakat adat Riau yang merasa terbantu dengan kebijakan Presiden Jokowi,” jelas dia.

  Selain penabalan gelar adat, Jokowi juga akan membagikan 8.000 sertifikat tanah objek reforma agraria (TORA). Pembagian sertifikat TORA tersebut akan dilaksanakan di halaman belakang Gedung Daerah Riau. Rencana awalnya, kegiatan ini diadakan di Jalan Diponegoro. Tapi dipindahkan demi kelancaran lalu lintas.

   Sebelum pembagian sertifikat TORA tersebut kata Wan, Jokowi terlebih dahulu ke Balai Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Di sana, Jokowi akan ditabali gelar adat Melayu. Diketahui, Jokowi akan bergelar Datuk Seri Setia Amanah Negara.

   Setelah penyerahan sertifikat TORA di Gedung Daerah, Jokowi akan melanjutkan agendanya di Gelanggang Remaja. Di sana, Presiden menghadiri kegiatan kebudayaan. Jika sempat, Jokowi pun akan berkunjung ke salah satu mal di Pekanbaru.(dal)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU