Merasa Dicurangi, Peserta Tes KPU di Riau Surati KPU RI
Rabu, 12 Desember 2018 - 09:38 WIB > Dibaca 478 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sejumlah peserta tes calon anggota KPU kabupaten/kota di Riau menyurati KPU RI. Pasalnya, tim seleksi (Timsel) dinilai tidak profesional dalam melakukan seleksi. Sejumlah peserta yang urutan ranking dari serangkaian tes sebelumnya berada di bawah bisa lolos ke 10 besar melampaui ranking yang di atasnya. Selain itu isu soal calon titipan rekom  pihak-pihak tertentu mulai merebak.

   Sejumlah peserta seleksi dari Dumai, Rohul, Kuansing dan Pekanbaru yang sempat dihubungi Riau Pos menyampaikan hal-hal yang menurut mereka tidak fair dalam proses seleksi itu. Misalnya seorang peserta asal Kuansing, Desriandi Candra, saat selesai tes wawancara, tanggal 5 Desember,  ditawari salah seorang pengurus inti ormas di Kuansing, bahwa dia bisa membantu memuluskan masuk 10 besar dan tes berikutnya lewat jaringan yang dia punya di Jakarta.

“Tapi saya tolak dengan halus. Karena itu bagian kecurangan. Sementara sebagai calon penyelenggara (KPU) dituntut harus jujur,mandiri dan berintegritas,” ujar Desriandi Candra saat dihubungi Riau Pos, Selasa (11/12) siang.

Oknum ormas tersebut mengatakan, kalau dia sudah menguruskan beberapa peserta lain asal Kuansing, inisial A, W, dan Y. Dan ternyata memang lulus sepuluh besar. Dia mengatakan kepada dirinya bahwa di KPU sudah ada jatah-jatahan ormas-ormas tertentu.

Lebih lanjut Desriandi menambahkan bahwa apa mungkin peringkat   27, 25, 20, 18 CAT bisa melampaui hasil peserta yang berada di peringkat 7 besar atau 10 besar. Karena kalau Timsel beralasan hasil penggabungan akumulasi mereka, secara matematis, sulit melampaui mereka yang sudah di peringkat 7 besar. “Karena mereka juga mendapatkan tambahan poin di tahap seleksi berikutnya. Dan bobot poin CAT dalam tes kalau tak salah 60,” ujarnya lagi.

Selain itu, sejumlah peserta seleksi KPU Rokan Hulu juga menyatakan sikap tidak menerima hasil keputusan Timsel. Mereka membuat laporan lengkap soal sejumlah calon petahana yang diloloskan Timsel ternyata punya catatan negatif, seperti adanya surat keputusan Bawaslu bahwa mereka waktu bertugas terbukti secara sah melakukan pelanggaran pemilu.

Menurut Nia, salah seorang peserta dari Rohul, Timsel juga meloloskan ke-10 besar mantan petahana yang pernah diajukan ke DKPP oleh Bawaslu Riau, karena terbukti menghentikan kasus pelanggaran pidana pemilu di Kabupaten Rohul 2014.

 “Saya melihat Timsel tidak sungguh-sungguh mencari sosok yang punya integritas sebagai pelaksana pemilu kali ini,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah peserta asal Pekanbaru dan Dumai yang sempat melakukan diskusi hasil Timsel ini berkesimpulan bahwa hasilnya muncul ke-10 besar patut dicurigai.

  “Sepertinya mereka ingin memenangkan orang-orang mereka. Polanya mereka ambil nilai terbawah untuk diajukan ke-10 besar, sehingga nanti lima orang jagoan mereka dengan nilai tertinggi ketika diseleksi oleh KPU provinsi dan KPU RI jagoan mereka bisa lolos dengan mudah. Karena selain nilai yang jauh berbeda, peluang jagoan mereka pun bisa terbuka lebar,” ujar Yan, seorang peserta lainnya.

Para peserta meminta kepada KPU RI menyelediki kasus ini dan jika terbukti, KPU RI diminta memecat Timsel dan menggantinya serta melakukan tes wawancara ulang dengan komposisi Timsel yang baru. Menggugurkan secara otomatis nama-nama 10 besar untuk mencari posisi 10 besar yang baru, objektif sesuai dengan integritas dan kemampuan peserta.

Menjawab hal itu, Ketua Timsel KPU Wilayah II Elfiandri menyebut pihaknya telah bekerja sebaik dan setransparan mungkin. Namun, memang ada beberapa penilaian yang hasilnya tidak bisa dipublikasi. Seperti tes kesehatan.

“Saya tidak tahu tidak transparannya di mana,’’ katanya
Kalau CAT kan transparan. Semua bisa lihat hasilnya langsung. Kalau kesehatan memang tidak bisa dipublis, karena ada aturannya,” ucapnya, Selasa (11/12) siang.

Ia melanjutkan, bila ada peserta yang komplain pihaknya menyarankan agar bersurat secara resmi kepada Timsel. Bahkan pihaknya juga akan membukakan hasil seluruh penilaian yang diperoleh. Dengan catatan yang berkeberatan tidak bisa melihat hasil tes dari orang lain.
  “Karena memang ada beberapa tes yang tidak bisa dipublikasi,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Timsel KPU Wilayah I Muhammad Sahal. Ia mengatakan bahwa penilaian hasil akhir bukan hanya pada CAT saja. Namun, penilaian hasil akhir merupakan akumulasi dari keseluruhan item penilaian. Seperti tes kesehatan, psikologi hingga wawancara. Bahkan pihaknya juga menambahkan aspek kepemimpinan dan integritas.

“Karena yang menjadi tema wawancara itu manajemen pemilu atas sistem politik. Kepemimpinan dan integritas. Integritas kena, nilainya juga berpengaruh,” tuturnya.

    Ia juga menjelaskan soal penilaian wawancara oleh timsel. Dimana aspek kompetensi serta pemahaman tentang kepemiluan menjadi poin penting penilaian Timsel. Termasuk juga undang-undang serta aturan yang berkaitan dengan pemilu. Selain materi diatas pihaknya juga mengkombinasikan dengan laporan masyarakat pada saat pemberian tanggapan.

   “Kalau laporan masyarakat ada yang berupa surat kaleng. Namun, itu kami kros cek langsung ke peserta. Tidak menelan mentah-mentah begitu saja. Ada juga yang melampirkan bukti-bukti. Rekam jejak peserta juga kami dalami. Apakah dia merupakan salah seorang timses partai atau calon? Itu juga kami dalami secara menyeluruh,” terangnya.(nda/yas)

KOMENTAR
Berita Update
Kisah Pilu di Sudut Kota
Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Empat Gedung untuk Pelayanan Publik

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:45 WIB

Masih Ditemukan Wajib Pajak Tak Jujur

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:40 WIB

4.800 Imam Masjid Diberi Insentif

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:35 WIB

Jalan di Bawah Flyover SKA Segera Dibuka

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:30 WIB

PPDB Masih Sistem Zonasi

Selasa, 22 Januari 2019 - 09:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us