BOX CULVERT DIBANGUN, JEMBATAN LAMA DIRONTOKKAN

Jalur Lintas di Jalan Tegal Sari Ujung Putus

Riau | Rabu, 12 Desember 2018 - 12:00 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

DURI (RIAUPOS.CO) Jalur lalu lintas warga melewati Jalan Tegal Sari ujung, Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau putus sejak Senin (10/12) siang. Pembangunan box culvert di ruas jalan tersebut menjadi puncak putusnya jalur lintasdi jalan tersebut.

Sejak jembatan lama dirontokkan dengan backhoe loader pada Senin pagi sampai siang, mobil otomatis tidak bisa lewat sama sekali. Pengemudi terpaksa memilih jalur lain melewati Jalan Siak.

Meski mobil tak bisa melintas, pengendara motor masih bisa lewat. Untuk laluan motor, pihak rekanan sengaja membuat jembatan kayu melewati kebun sawit warga di sisi selatan jembatan yang sengaja dirontokkan.

Hanya saja, jembatan darurat itu terkesan dibuat alakadarnya saja oleh pemborong. Tiangnya terbuat dari kayu akasia. Untuk lantainya disusun beberapa lembar papan. Tak terlihat kokoh sama sekali.

Sayangnya, jalur lintasan untuk sepeda motor tersebut tidak dikeraskan menggunakan base pasir dan batu. Akibatnya, jalur sepeda motor itu berkuah air dan lumpur setelah hujan deras pada Senin malam. Alhasil, sepeda motor pun tak bisa lagi lewat di jalur darurat itu sejak Selasa (11/12) pagi.

Beberapa pemotor yang nekat tetap mencoba lewat jalur berlumpur itu. Mereka jelas kesulitan lewat. Ban belakang motor mereka berpusing kencang menyemburkan lumpur. Pengendara wanita jelas tak bisa melintas sama sekali.

“Kami minta dengan sangat agar pemborong segera memperbaiki jembatan dan jalur sepeda motor ini secepat mungkin. Sebab ini merupakan jalur vital bagi warga setempat. Ratusan siswa SMKN 1 Mandau dan SMK Aisyiyah Duri pun setiap hari melintas di sini,” kata Man, seorang pemotor yang terpaksa balik kanan saja sesampai di proyek box culvert itu siang kemarin.

Muklis, warga setempat juga protes. Dia pun minta pemborong segera memperbaiki jembatan darurat agar para pemotor nyaman saat lewat.

“Kami heran. Kenapa setiap ada pembangunan sebuah proyek pemerintah, selalu saja menyusahkan dan merugikan rakyat. Pembangunan itu bagus. Namun seharusnya tidak terlalu menyusahkan rakyat. Sebab ini bukanlah bencana. Kalau terjadi bencana dan jalan putus, warga bisa maklum. Ini kan tidak. Tak ada bencana apa-apa. Tapi dampaknya malah seperti ada bencana,” kritik Muklis.

Juni, seorang pemotor yang juga balik kanan di proyek box culvert itu kemarin ikut menyampaikan komentar. Menurut dia, proyek yang didanai APBD Bengkalis tahun 2018 senilai Rp578 juta ini harus bermutu.

“Pemborong jangan asal kerja saja ya. Sebab, ini dibangun dengan uang rakyat. Jangan asal-asalan. Kami juga khawatir. Proyek ini jangan-jangan tak bisa tuntas tepat waktu. Di plang proyek tertulis 75 hari kalender. Sekarang sudah 11 Desember. Pekerjaan baru setakat merontokkan jembatan lama saja. Belum ada pekerjaan konstruksi box culvert-nya. Jangan-jangan tidak selesai sampai akhir tahun anggaran nanti,” ujar Juni pesimis.(ade)

(Laporan SYUKRI DATASAN, Duri)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook