Depan >> Berita >> Hukum >>
15 ASN Minta Pendampingan Hukum
Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB > Dibaca 868 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 15 aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Riau meminta pendampingan hukum ke Biro Hukum dan HAM Setdaprov Riau. Permintaan pendampingan tersebut, karena 15 ASN itu tersandung kasus hukum.

   “Kalau tahun ini yang minta pendampingan ke kita lumayan banyak. Ada 15 ASN. Mereka konsultasi sebelum menjalani proses hukum,” kata Kepala Biro Hukum dan HAM Setdaprov Riau, Elly Wardhani, baru-baru ini.

   Elly mengatakan, pendampingan yang dilakukan berdasarkan permintaan ASN bersangkutan. Namun, itu hanya sebatas konsultasi, dan tidak mendampingi saat proses hukum.

   “Mendampingi diproses tidak boleh. Yang boleh hanya mambantu dan mempersiapkan berkas sebelum pemeriksaan. Kalau dampingi menjadi kuasa hukum dalam pidana kita dilarang. Tapi di luar persidangan boleh,” ujarnya.

    Ditanya ASN mana saja yang minta pendampingan, Elly tak ingat semuanya. Yang jelas ASN Bapenda Riau yang tersandung kasus SPPD fiktif Riau. “Semuanya meminta pendampingan ke kita,” jelasnya.

Selain itu, kasus Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas juga meminta pendampingan, termasuk mantan Kepala Dinas PUPR Riau, Dwi Agus Sumarno.

    “Yang baru-baru ini tiga ASN di RSUD Arifin Ahmad kasus pengadaan alat kesehatan. Mereka minta pendampingan setelah ditetapkan tersangka konsultasi ke kita bagaimana mempersiapkan proses persidangan,” ujarnya.

    Saat konsultasi, Elly mengaku pihaknya meminta yang bersangkutan untuk menyiapkan mental dan dokumen sebelum menjalani proses persidangan.

    “Dari konsultasi yang kita lakukan mereka mengaku tak melakukan. Tapi dalam proses hukum kita serahkan yang menyangkakan membuktikan apakah mereka melakukan atau tidak,” ujarnya. (dal)


KOMENTAR
Berita Update
Kisah Pilu di Sudut Kota
Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Selasa, 22 Januari 2019 - 11:05 WIB

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Dikaji Lagi

Selasa, 22 Januari 2019 - 10:10 WIB

Kasus Ustaz Ba’asyir Bukti Gagalnya Pemasyarakatan

Senin, 21 Januari 2019 - 14:13 WIB

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Tuai Pro-Kontra

Minggu, 20 Januari 2019 - 11:16 WIB

Ustaz Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 11:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us