Senator Papua Minta Pelaku Penembakan Serahkan Diri

Kriminal | Kamis, 06 Desember 2018 - 19:22 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata terhadap para pekerja pembangunan jalan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Ahad (2/12) lalu yang merenggut korban jiwa baik pekerja dan anggota TNI, menimbulkan keprihatinan yang mendalam dari Anggota DPD asal Provinsi Papua, Pdt Carles Simaremare.

"Pertama-tama, kami senator yang diutus dari Papua merasa prihatin kepada korban penembakan di Nduga. Yang patut disesalkan terjadi pada Bulan Desember dimana bulan yang penuh damai, ampun, rahmat dari Tuhan," kata Carles di ruang kerjanya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut Carles, bulan Desember hingga akhir tahun merupakan bulan yang sangat sakral dimana ada perayaan Natal. Sehingga, tidak pantas ada keributan dan pembunuhan yang menimbulkan korban yang begitu banyak.

"Alasan dari peristiwa itu saya tidak tahu persis penyebabnya. Intinya kita tidak membenarkan kejadian itu, korban hanya warga biasa yang sedang membangun Papua," ujar Carles.

Padahal, lanjutnya, pembangunan itu bisa dinikmati masyarakat Papua saat ini maupun yang akan datang. Para pekerja yang menjadi korban pun memiliki keluarga.

"Kita juga berharap kepada TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku. Namun jangan sampai pengejaran ini salah tangkap atau salah sasaran," ujarnya.

Carles mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib.

"Agar menghindari warga sipil yang menjadi korban. Karena aparat yang di sana biasanya tidak bisa membedakan yang mana pelakunya. Lantaran, wajah-wajahnya mereka mirip jadi sulit membedakan," ucap Carles.

Diharapkan, kasus penembakan tersebut jangan sampai menjadi pusat perhatian dunia. "Kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar jadi perhatian dunia. Jadi harus hati-hati jangan sampai seperti dulu lagi yaitu pembumihangusan," demikian Carles.(lov)

Sumber: RMOL




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU