Dittipid Siber Kejar Uang Hasil Peretasan
Senin, 19 November 2018 - 12:12 WIB > Dibaca 299 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peretas kelompok Nigeria-Indonesia juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) sedang menelusuri aliran dana Rp75 miliar yang terdeteksi dalam transaksi keuangan 25 buku tabungan. Aset berupa apartemen ditemukan milik ketiga pelaku.

Kanit II Subdit II Dittipid Siber Bareskrim AKBP Idam Wasiadi menuturkan bahwa penelurusan terhadap aset milik tiga pelaku sedang dilakukan. Dilihat dari transaksi keuangan hasil analisa dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut aliran dana terbagi dua, ke luar negeri dan dipergunakan secara pribadi.

”Nah, yang di dalam negeri ini sedang dipastikan,” tuturnya.

Untuk tahap awal diketahui ada sebuah apartemen di daerah Jakarta yang dimiliki peretas tersebut. Ada pula sejumlah kendaraan mewah yang ditemukan. Namun, masih berpeluang besar untuk menemukan aset lainnya. ”Ini yang sedang coba dikuak petugas,” terangnya dihubungi kemarin.

Menurutnya, dua pelaku Dina Febriyanti dan Ndubuke Gilbert ini memiliki kehidupan yang berpindah-pindah. Kebanyakan waktunya digunakan tinggal di hotel. Bahkan, bisa sampai berbulan-bulan tinggal di hotel yang biasa digunakan orang asing. ”Sudah tidak asing sama pegawai hotelnya. Pelanggan,” ujarnya.

Terkait aliran dana ke luar negeri, dia menjelaskan bahwa sebagian uang peretasan itu dikirim ke kelompoknya di Nigeria. Namun, bila dilihat transaksi keuangannya, banyak juga yang ditarik di Indonesia.

”Yang di Indonesia ini kan peretas dengan tugas menampung uang, bisa jadi mereka mengambil lebih. Peretas di Nigeria tidak bisa melakukan pengawasan sama sekali kok,” jelasnya.

Bagaimana peluang para korban bisa mendapatkan kembali uang yang diambil peretas? Dia menuturkan peluang itu tetap ada. Namun, perlu proses waktu di mana petugas harus membuktikan bahwa aset milik pelaku itu dibeli dengan uang hasil kejahatan. ”Ini yang bikin lama,” jelas lelaki asal Blora tersebut.

Sebelumnya, tiga pelaku ditangkap atas peretasan sebuah toko di Ternate. Namun, setelah transaksi keuangannya dianalisa, diketahui kelompok ini sejak 2013 telah mendapatkan Rp75 miliar dari kejahatannya. Ndubuke warga Nigeria menjalankan aksinya bersama istrinya Dina dan dibantu oleh saudara Dina, Puput Bambang.(idr/jpg)

KOMENTAR
Berita Update

Bupati Lepas Kafilah ke MTQ Provinsi Riau
Selasa, 11 Desember 2018 - 16:00 wib

Polres Musnahkan Barang Bukti Sabu
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:30 wib
Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 wib

MUI Berperan Satukan Umat
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:00 wib

Aras Mulyadi Kembali Pimpin Unri
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:49 wib
BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga

BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:42 wib

Ular dan Warga Sama-sama Selamatkan Diri dari Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:55 wib
Logistik Mulai Didistribusikan
Pemkab Kampar Tetapkan Tanggap Darurat Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:36 wib

Bocah Empat Tahun Ditemukan Mengambang di Pinggir Sungai
Selasa, 11 Desember 2018 - 12:00 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Kejari Siapkan Tujuh JPU Hadapi Tiga Dokter

Selasa, 11 Desember 2018 - 10:30 WIB

Sabu-sabu Disimpan dalam Kotak Rokok

Selasa, 11 Desember 2018 - 09:30 WIB

Amankan 7.285 Gram Sabu dan 1.839 Butir Ekstasi Sepanjang 2018
Perampok Dua Bank Bunuh Lima Sandera

Sabtu, 08 Desember 2018 - 09:02 WIB

Status Tersangka, Polisi  Belum Tahan Pelaku Cabul

Jumat, 07 Desember 2018 - 11:45 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us