1,8 Juta Peserta SKD, Delapan Persen Lulus Ambang Batas
Hasil SKD Cerminan Mutu Pendidikan Indonesia
Jumat, 16 November 2018 - 14:30 WIB > Dibaca 857 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Di tengah polemik nilai ambang batas tes CPNS terlalu tinggi atau soal sangat sulit, pada kenyataannya yang lulus sedikit. Kondisi ini dinilai menjadi ceminan kualitas pendidikan di Indonesia. Seperti diketahui banyak formasi lowong karena seluruh pelamarnya tidak bisa menjangkau nilai ambang batas.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai dari hasil tes seleksi kompetensi dasar (SKD) menunjukan kondisi mutu pendidikan di Indonesia. Karena nilai yang tertinggi dan terendah begitu jauh jaraknya. Termasuk pula peta persebaran nilai antara di Jawa dan luar Jawa.
”Sangat terjadi perbedaan-perbedaan antara yang terbaik dan yang terbelakang. Artinya tingkat pendidikan kita mengalami gap yang besar antara Jawa dan luar Jawa,” ungkap JK di diskusi perekonomian di Hotel Ritz Carlton, Kamis (15/11).

Meskipun pemerintah juga sudah berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di luar Jawa. Secara nasional juga ada upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan terutama dalam sektor teknologi. Tidak sekadar mengimpor teknologi tapi juga menguasainya.

”Bukan hanya membeli teknologinya tapi bagaimana mendidik orang dengan betul untuk dapat mengikuti semua ini di masa datang,” imbuh JK.

Dia menyebutkan pagi kemarin telah menerima laporan hasil tes masuk CPNS dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Dalam laporan itu, ungkap JK, jumlah pelamar CPNS mencapai 4 juta orang. Sedangkan yang bisa mengikuti seleksi administrasi sekitar 1,8 juta orang.

”Dari 1,8 juta orang hanya bisa lulus delapan persen. Delapan persen itu kurang lebih 100 ribu, sedangkan yang diperlukan 200 ribu,” ungkap dia.

Di sisi lain, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano menegaskan jika seleksi CPNS ini ditujukan untuk memilih kualitas guru yang memadai. Ada 112 ribu formasi guru yang dibuka pemerintah. Sedangkan peserta seleksi CPNS yang lolos passing grade hanya 3 persen saja.  ”Saya dapat keluhan dari para guru yang ikut tes, katanya soalnya sulit. Selain itu passing grade tinggi,” kata pria yang akrab disapa Ono itu.

Di sisi lain, ada dua opsi yang sudah disiapkan pemerintah. Pertama, menurunkan passing grade dan opsi lainnya adalah perangkingan. Ketika ditanya pendapatnya mengenai metode yang pas, Ono menyerahkan kepada Kementerian PAN-RB. Namun dia mengingatkan bahwa mutu pendidikan di Indonesia tergantung dari para guru. Untuk itu dia menyarankan agar saat rekrutmen CPNS pun menjunjung kompetensi yang tinggi.

 Dari tiga komponen tes CAT, peserta CPNS di bidang keguruan banyak yang jeblok di bidang tes karakteristik pribadi (TKP). Ono pun menanggapi hal tersebut. Jebloknya tes TKP menurutnya bukan berarti kepribadian guru juga bobrok.

”Mungkin saja saat tes tertekan,” ungkapnya. Untuk itu dia menyarankan agar ada penelitian lanjut terkait hal ini.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengkritisi keseriusan pemerintah dalam membenahi pendidikan Tanah Air. Menurut dia sudah banyak menteri yang membuka fakta sendiri bahwa kualitas pendidikan Tanah Air belum bagus.  ’’Bahkan sekarang Wapres mengaitkan nilai kelulusan SKD yang rendah dengan kualitas pendidikan juga,’’ jelasnya.

Menurut Indra kondisi saat ini sudah jelas bahwa penyakitnya adalah pendidikan Indonesia belum bagus kualitasnya. Sayangnya dia belum melihat ada upaya perubahan yang menyeluruh. Dia melihat dalam postur anggaran pendidikan di APBN 2019 yang mencapai Rp400 triliun lebih.

Meskipun ada keterangan pengembangan mutu pendidikan, tetapi tidak jelas programnya seperti apa.

Dia berharap banyaknya indikasi bahwa kualitas pendidikan Indonesia belum bagus, harus bisa disikapi dengan tegas. Misalnya pemerintah membuat cetak biru arah pembangunan pendidikan. (jun/lyn/wan/jpg)

KOMENTAR
Berita Update

Penyeludup Paruh Burung Rangkong Ditangkap
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib
MTQ Tingkat Provinsi Riau
9 Qori Melaju ke Final
MTQ Tingkat Provinsi Riau
Senin, 17 Desember 2018 - 14:30 wib
Pemkab Matangkan Rencana Geopark Natuna dari Unesco

Pemkab Matangkan Rencana Geopark Natuna dari Unesco
Senin, 17 Desember 2018 - 14:08 wib

Dorong Wisata Olahraga Jadi Iven Tahunan
Senin, 17 Desember 2018 - 14:00 wib

Syamsuar Tepuk Tepung Tawar Jokowi
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Pelaku PETI Garap Lokasi Baru

Pelaku PETI Garap Lokasi Baru
Senin, 17 Desember 2018 - 13:30 wib
Dua Pelaku  Pencuri Teralis Ditangkap Polisi

Dua Pelaku Pencuri Teralis Ditangkap Polisi
Senin, 17 Desember 2018 - 13:15 wib

Mahasiswa STIKes Hang Tuah Juara I Pemilihan Duta BPOM
Senin, 17 Desember 2018 - 13:02 wib
Soal Uji SKB Dipertanyakan Peserta

Soal Uji SKB Dipertanyakan Peserta
Senin, 17 Desember 2018 - 13:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
PGN dan Bukit Asam Gelar Natal Bersama 500 Anak Yatim-Piatu di Riau
MUI: Poligami Syariat Islam

Senin, 17 Desember 2018 - 12:44 WIB

UN 2019 Dimulai Lebih Awal

Senin, 17 Desember 2018 - 11:50 WIB

Sentimen Perang Dagang Turunkan Harga CPO

Senin, 17 Desember 2018 - 11:00 WIB

SBY dan AHY Sapa Warga Pekanbaru di CFD

Minggu, 16 Desember 2018 - 10:38 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us