ILHAN OMAR
Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan
Minggu, 11 November 2018 - 20:38 WIB > Dibaca 573 kali Print | Komentar
Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan
Ilhan Omar.
Berita Terkait

Jenazah John McCain Disemayamkan di Washington



WASHINGTON (RIAUPOS.CO) - Assalamualaikum. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah... Kata-kata itu berulang-ulang meluncur dari bibir Ilhan Omar. Hari itu dia terpilih menjadi anggota House of Representatives. Dia mewakili Distrik 5 Negara Bagian Minnesota.

Di negara adidaya seperti Amerika Serikat, kata-kata yang Omar ucapkan itu jarang terdengar. Sebab, umat muslim menjadi bagian dari kaum minoritas di sana. Tapi, itu tidak membuat perempuan 37 tahun tersebut takut. Di hadapan banyak orang sekalipun, dia mengucapkan kata berbahasa Arab itu dengan lantang.

”Saya berdiri di depan Anda semua sambil memanggul banyak gelar,” ujarnya menurut Washington Post. Namun, kalimat pertamanya tak mengganggu euforia yang terjadi Selasa malam (6/10). Gelar yang dia maksud adalah rekor yang mengikuti kemenangannya dalam pemilu sela lalu.

Omar merupakan perempuan muslim pertama yang duduk di kongres sebagai bagian dari House of Representatives mewakili Minnesota. Dia adalah imigran pertama yang menjadi legislator pusat. Jika merujuk pada masa kecilnya di Kenya, dia juga adalah pengungsi pertama yang jadi politikus AS.

Omar memang layak merayakan kemenangannya. Sebab, dia terpilih sebagai legislator perempuan muslim pertama justru saat AS dipimpin presiden yang gemar menyeragamkan masyarakatnya. Di bawah Presiden Donald Trump, kaum minoritas terintimidasi berbagai sentimen. Mulai politik ketakutan sampai paham anti-imigran.

Namun, semua itu tidak membuat Omar gentar. Saat berkampanye pun, dia tidak sedikit pun menutupi identitasnya sebagai muslimah dan imigran. Istilah berbahasa Arab pun tetap dia pakai. Ciri itu tidak berubah saat dia berhadapan dengan komunitas kulit putih di distrik yang diwakilinya.

”Saat menyaksikan ketidakadilan, Anda harus melawan. Bukannya malah bersedih atau takut,” ujar Omar kepada People. Prinsip itu, menurut dia, diajarkan turun-temurun dalam keluarganya dari sang kakek.

Omar selalu menitikberatkan kampanyenya pada harapan, keberanian, dan impian Amerika. Dia mengingatkan takdir AS sebagai tanah kebebasan dan keadilan bagi seluruh warga dunia yang tertindas. ”Sekitar 23 tahun lalu, saya belajar tentang semua itu dari kamp penampungan imigran,” tegasnya.(bil/c10/hep/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Serahkan Data Replanting Kebun Sawit Petani
Bupati Beri Waktu Camat Sepekan
Selasa, 11 Desember 2018 - 16:30 wib

Bupati Lepas Kafilah ke MTQ Provinsi Riau
Selasa, 11 Desember 2018 - 16:00 wib

Polres Musnahkan Barang Bukti Sabu
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:30 wib
Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 wib

MUI Berperan Satukan Umat
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:00 wib
Kalau Ada Pemilih Ganda, Mendagri Siap Dipecat

Kalau Ada Pemilih Ganda, Mendagri Siap Dipecat
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:46 wib
BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga

BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:42 wib

Ular dan Warga Sama-sama Selamatkan Diri dari Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:55 wib
Logistik Mulai Didistribusikan
Pemkab Kampar Tetapkan Tanggap Darurat Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:36 wib

Bocah Empat Tahun Ditemukan Mengambang di Pinggir Sungai
Selasa, 11 Desember 2018 - 12:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Protes Pajak BBM Prancis Ditunggangi Kelompok Radikal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 16:08 WIB

Dokter Ancam Hentikan Operasi Jika Pasien Tak Bayar 2.230 Dolar AS
Pesawat Trump Tak Semewah Pesawat Kepresidenan Meksiko

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:47 WIB

Skandal 1MDB Akan Masuk dalam Pelajaran Sejarah Malaysia
110 Pemerkosaan Terjadi di Afrika Selatan Setiap Hari

Senin, 03 Desember 2018 - 14:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us