Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Nasional | Sabtu, 10 November 2018 - 14:53 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Boeing Co menulis laporan mengenai kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP. Laporan tersebut berdasar dari penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kementerian Perhubungan pun menerima laporan yang diterbitkan dalam bentuk Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) tersebut. Laporan Boeing itu tertulis dalam buletin bernomor TBC-19 yang terbit 6 November lalu. Boeing menuliskan jika pergerakan moncong pesawat Boeing 737 MAX-8 turun karena sensor Angle of Attack (AOA) kacau.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara  Pramintohadi Sukarno mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Boeing Co. ”Laporan yang dikeluarkan ini merupakan update dari petunjuk yang telah ada sebelumnya yang melibatkan NTSB (National Transportasion Safety Board, red) Amerika Serikat serta Boeing,” ujarya Jumat (9/11).

”Kami telah menerima konfirmasi pagi tadi (kemarin pagi, red)  bahwa emergency AD (Airworthiness Directive, red) telah diterbitkan. Ditjenhubud sedang mempelajari dan mengevaluasi emergency AD dimaksud,” ungkapnya. Pramintohadi juga meminta setiap temuan KNKT selalu ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan telah melakukan rampcheck untuk seluruh Boeing 737 MAX-8. Di Indonesia sendiri, ada 11 pesawat. 10 pesawat dimiliki Lion Air, satu lagi dimiliki Garuda Indonesia.

Setelah dilakukan pemeriksaan tersebut, Garuda Indonesia memastikan armada B737 Max 8 yang saat ini dioperasikan layak terbang.

Pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi repetitive problems, pelaksanaan troubleshootings, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan. Selain itu juga kelengkapan peralatan untuk melakukan troubleshooting.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengatakan, bahwa Garuda Indonesia berupaya mengedepankan keamanan. ”Sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek safety pada pengoperasian satu armada B737 Max 8, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing terkait update manual mitigasi pengoperasiansesuai dengan FCOM,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa manual mitigasi tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi error saat input pada fiturAOA pesawat. Buletin tersebut menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia.(lyn/jpg)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook