Depan >> Berita >> Riau >>
2019, UMK Inhil Ditetapkan Rp 2,7 Juta
Jumat, 09 November 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 1460 kali Print | Komentar
INHIL (RIAUPOS.CO)-Setelah melalui pembahasan yang cukup alot, akhirnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2019 ditetapkan dengan angka sebesar Rp2.750.610.

UMK ini disepakati dalam sidang Dewan Pengupahan di Kantor Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Inhil Jalan Keritang Tembilahan, Rabu 7 November 2018 petang.

Dalam rapat tersebut dibahas secara bersama-sama, antara pemerintah, karyawan dan pengusaha yang tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia.

“UMK kali ini menjadi Rp 2.750.610 per bulan atau naik sekitar 8,3 persen bila dibandingkan tahun 2018 lalu,” kata Ketua  Dewan Pengupahan Inhil Drs Afrizal.

Dalam menentukan besaran kenaikan upah, pihaknya lanjut Afrizal, berpatokan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Pasal 44 ayat (2) tentang Pengupahan.

‘’Artinya, kita tidak perlu lagi berdebat panjang lebar. Cukup dengan berpedoman pada rumus yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Dijelaskan Afrizal rumus tersebut dihitung berdasarkan inflasi nasional ditambah dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Jadi inflasi nasional sebesar 2,88 persen, pertumbuhan ekonomi nasional 5,15 persen dapat hasil 8,3 persen.

Di mana hasil 8,3 persen dikalikan dengan upah minimum tahun berjalan di Inhil Rp2.546.162, maka dapatlah hasil Rp204.456. Kemudian, angka diatas dijumlahkan, sehingga didapat hasil UMK Inhil sebesar Rp2.750.618.

Selanjutnya upah minimum yang telah disepakati ini akan diteruskan ke Gubernur Riau untuk mendapatkan SK. Dengan demikian pada tahun 2019 upah minimum Rp2.750.618, sudah dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Inhil.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Inhil H Masdar menegaskan, setelah ditetapkan dengan SK Gubernur maka UMK wajib diterapkan. Jika dalam pelaksanaannya, ada perusahaan yang melanggar makan dapat diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‘’Dalam setiap tahun kita tetap upayakan adanya kenaikan, meskipun tidak terlalu besar,” sebutnya.

Kenaikan UMK sesuai dengan ketentuan hanya pada batas ambang 12 persen/tahun. Sedangkan untuk kenaikan UMK di Inhil masih dalam katagori sedang.(ind) 

(Laporan INDRA EFENDI, Tembilahan)
KOMENTAR
Berita Update
Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 wib

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 wib
Warga Keluhkan APK Caleg

Warga Keluhkan APK Caleg
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib

Temukan Alat Kontrasepsi di Tempat Jagung Bakar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 wib

Mahasiswa Simpan 8 Ribu Ekstasi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:13 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 WIB

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:32 WIB

OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:15 WIB

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 WIB

Pemusnahan Sabu-sabu 37 Kg dan 86.000 Butir Pil Ekstasi
Sagang Online
loading...
Follow Us