Parah, IRT Terlibat Jaringan Narkoba
Jumat, 09 November 2018 - 09:11 WIB > Dibaca 644 kali Print | Komentar
DUMAI (RIAUPOS.CO) - Peredaran narkoba di Kota Dumai kini semakin marak. Bahkan parahnya pengedar narkoba kini menyasar ke kalangan ibu rumah tangga (IRT). Itu terbukti dengan ditangkapnya IRT berinisial AR (45) oleh tim Satresnarkoba Polres Dumai karena diduga terlibat kuat dalam jaringan narkoba jenis sabu-sabu di Kota Dumai.

AR diketahui merupakan warga Jalan Janur Kuning, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur.  Wanita yang sehari-hari mengurus rumah tangga ini tidak dijelaskan pihak kepolisian bagaimana bisa terlihat jaringan narkoba jenis sabu-sabu tersebut. Namun ketika petugas menangkap pelaku di Jalan Pemuda, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Selasa (6/11) lalu, petugas menemukan satu paket sedang diduga narkoba jenis sabu-sabu.  Petugas belum menimbang pasti berat bubuk kristal tersebut. Karena berdasarkan SOP, berat narkoba harus di timbang di pengadaian.

Saat diamankan polisi juga mengamankan satu unit handphone merek Huawei warna putih yang diduga digunakan pelaku untuk transaksi dan beberapa barang bukti lainnya.

Penangkapan bermula pada  sekitar awal November 2018 Tim Sat Narkoba Polres Dumai mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Pemuda, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan  Dumai Selatan sering terjadinya transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Berdasarkan informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan hingga pada Selasa (6/11) , Tim Sat Narkoba Polres Dumai melakukan penangkapan terhadap seorang perempuan yang berinisial AR, kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan satu paket sedang diduga narkotika jenis sabu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, selanjutnya diduga pelaku  dan barang bukti dibawa ke Polres Dumai untuk proses lebih lanjut.

“Saat ini masih tahap penyidik dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pelaku sendiri,” ujar Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan melalui Paur Kasubag Humas Polres Dumai Ipda Dedi Nofarizal, Kamis (8/11).

Ia mengatakan penyidik bakal melakukan pengembangan terhadap jaringan terduga pelaku. “Masih dalam tahap pemeriksaan, dari mana ia mendapatkan barang bukti dan siapa yang menyediakannya,” tuturnya.

Pelaku dikenakan Pasal 112 junto 114 UU Narkotika Nomor 35/2009 dengan ancaman minimal empat tahun penjara. “Bahkan maksimal hingga hukum mati,” tutupnya.(hsb)


KOMENTAR
Berita Update
Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:32 wib
OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

OPD Diminta Segera Laksanakan Kegiatan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:15 wib

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Jumat, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 WIB

Polisi Telusuri Pemodal Miras Oplosan

Rabu, 16 Januari 2019 - 10:57 WIB

Pelimpahan 2 Tersangka Korupsi Tunggu Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:15 WIB

Rumah Mewah Produksi Miras Oplosan Rp1 Miliar

Selasa, 15 Januari 2019 - 11:30 WIB

Tiga Warga Lirik Ditangkap Polisi

Selasa, 15 Januari 2019 - 11:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini