PWNU: Politik Bukan Alat Pemecah
Kamis, 08 November 2018 - 14:16 WIB > Dibaca 287 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Suhu politik belakangan semakin memanas. Bahkan tidak sedikit hujatan terlontar dari kedua kubu pendukung. Melihat situasi tersebut, Ketua PWNU Riau T Rusli Ahmad meminta agar masyarakat Riau tidak terbawa arus.

Kata dia, sebagai orang Melayu, sikap, perbuatan serta ucapan harus mendirikan keislaman. Bukan malah berseberangan dengan identitas serta marwah budaya.

“Memang kita bisa lihat di media sosial. Isinya hujatan semua. Kita masyarakat Riau yang kental akan unsur budaya Melayu jangan sampai terbawa. Jangan kita contoh Jakarta itu. Orang di sana siapa lo siapa gue. Kita tidak. Tau yang patut dan tidak patut. Tau dengan norma,” pesan Rusli Ahmad, Rabu (7/11).

Dirinya juga mengingatkan bagaimana masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh sebuah pemberitaan. Karena bisa jadi, sebuah berita yang tersiar mengandung unsur hoax atau kabar bohong. Karena selama ini hoax sudah sangat tidak terkendali. Merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Satu lagi kita lihat sekarang ini banyak berita hoax. Masyarakat terpicu. Bahkan tidak sedikit yang langsung bereaksi secara radikal. Jangan sampai terjadi di Bumi Lancang Kuning. Beda pandangan politik itu biasa. Beda orang yang kita dukung itu biasa. Tapi bagaimana perbedaan itu dapat kita rajut menjadi kekuatan untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.

PWNU Riau sendiri, kata dia selalu berupaya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kokoh bersama. Termasuk juga menggandeng setiap organisasi. Baik organisasi agama, budaya hingga organisasi kepemudaan untuk dapat meningkatkan tali persaudaraan.

“Karena di dalam Islam sendiri juga telah diajarkan bahwa hablum minannas (hubungan sesama manusia, red) wajib dijaga. Baru hubungan kita kepada Tuhan,” pesannya.

Terakhir, putera kelahiran Rokan Hulu itu juga menekankan bahwa politik bukan alat pemecah. Melainkan adalah sebuah sistim yang nantinya akan melahirkan kesejahteraan, kedamaian masyarakat.

 “Jangan jadikan politik sebagai alat perpecahan. Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nurani. Jangan paksakan kebenaran yang kita anggap benar untuk mempengaruhi orang lain. Bisa berakibat buruk,” tambahnya.(nda)
KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 WIB

Korupsi, Lima ASN Dipecat

Rabu, 16 Januari 2019 - 12:15 WIB

Debat Capres Harus Mengedukasi Publik

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:09 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us