PDIP Minta Prof Yusril Mundur dari Pengacara HTI
Rabu, 07 November 2018 - 10:53 WIB > Dibaca 468 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS) - Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meminta Yusril Ihza Mahenda mundur sebagai pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebab, saat ini Yusril sudah resmi menjadi kuasa hukum Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.


Mbak Eva mendukung Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. Menurut Eva, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin tentu memiliki pertimbangan mengajak Yusril. Dia menjelaskan, kapasitas personal dan jam terbang Yusril, karena pernah di istana era Presiden RI Abdurrahman Wahid, menjadi kredit poin bagi yang bersangkutan untuk ditawari sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf.


“Tentu Pak Erick Thohir (Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf) mempertimbangkan berbagai advantage apabila Pak Yusril itu mau masuk menjadi pengacara (Jokowi-Ma’ruf),” kata Eva di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11).


Namun, Eva mengatakan, profesionalitas dan kapasitas harus dibarengi dengan moralitas sehingga integritas menjadi utuh. Karena itu, Eva menegaskan, Yusril harus menunjukkan kombinasi antara moralitas dan profesionalitas.


“Dalam konteks ini saya memohon kepada Pak Yusril mundur dari pengacara HTI karena menurut saya kontradiktif,” kata Eva.


Sebab, lanjut Eva, di satu sisi Yusril membela pasangan Jokowi-Ma’ruf yang sangat pro dan menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam kebijakannya dan arah yang harus ditegakkan. Sementara, lanjut dia, Yusril juga menjadi pengacara HTI yang kontradiktif dengan itu. “Jadi biar pas saja. Saya mendukung dan akan lebih sempurna beliau tidak dalam posisi yang kontradiktif,” ungkapnya.


Eva menunggu kebijaksanaan Yusril untuk bisa pada posisi yang tidak kontraproduktif. “Menurut saya, ketika menerima menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf, tentu menjadi pertimbangan juga bagi beliau. Tunggu saja,” ungkap Eva.(boy/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update

Rumah Janda Diseruduk Mobil Travel
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:30 wib
Atletico Belum Tentu Beli Morata

Atletico Belum Tentu Beli Morata
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:25 wib

Ditawarkan ke Klub Italia
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:15 wib
Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres

Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:11 wib

Dishub Janji Tilang Bus Membandel
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:10 wib

KM Angkut 45 Rombongan Pesta, Tenggelam
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:35 wib
Naik Gaji, PNS dan TNI-Polri Harus Tetap Netral

Naik Gaji, PNS dan TNI-Polri Harus Tetap Netral
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:27 wib
Anthony Ginting Belum Terbendung

Anthony Ginting Belum Terbendung
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:25 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Media Jangan Jadi ’’Pemain’’ di Pilpres

Kamis, 17 Januari 2019 - 12:11 WIB

APK Tak Boleh Masuk, Diganti Kipas Tangan

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:23 WIB

Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us