PDIP Minta Prof Yusril Mundur dari Pengacara HTI
Rabu, 07 November 2018 - 10:53 WIB > Dibaca 396 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS) - Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari meminta Yusril Ihza Mahenda mundur sebagai pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebab, saat ini Yusril sudah resmi menjadi kuasa hukum Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.


Mbak Eva mendukung Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. Menurut Eva, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin tentu memiliki pertimbangan mengajak Yusril. Dia menjelaskan, kapasitas personal dan jam terbang Yusril, karena pernah di istana era Presiden RI Abdurrahman Wahid, menjadi kredit poin bagi yang bersangkutan untuk ditawari sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf.


“Tentu Pak Erick Thohir (Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf) mempertimbangkan berbagai advantage apabila Pak Yusril itu mau masuk menjadi pengacara (Jokowi-Ma’ruf),” kata Eva di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11).


Namun, Eva mengatakan, profesionalitas dan kapasitas harus dibarengi dengan moralitas sehingga integritas menjadi utuh. Karena itu, Eva menegaskan, Yusril harus menunjukkan kombinasi antara moralitas dan profesionalitas.


“Dalam konteks ini saya memohon kepada Pak Yusril mundur dari pengacara HTI karena menurut saya kontradiktif,” kata Eva.


Sebab, lanjut Eva, di satu sisi Yusril membela pasangan Jokowi-Ma’ruf yang sangat pro dan menjadikan Pancasila sebagai orientasi dalam kebijakannya dan arah yang harus ditegakkan. Sementara, lanjut dia, Yusril juga menjadi pengacara HTI yang kontradiktif dengan itu. “Jadi biar pas saja. Saya mendukung dan akan lebih sempurna beliau tidak dalam posisi yang kontradiktif,” ungkapnya.


Eva menunggu kebijaksanaan Yusril untuk bisa pada posisi yang tidak kontraproduktif. “Menurut saya, ketika menerima menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf, tentu menjadi pertimbangan juga bagi beliau. Tunggu saja,” ungkap Eva.(boy/jpnn)
KOMENTAR
Berita Update
Disperindag Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Disperindag Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Jumat, 16 November 2018 - 13:15 wib
Awal 2019, 20 SD Negeri Dimerger

Awal 2019, 20 SD Negeri Dimerger
Jumat, 16 November 2018 - 13:00 wib

Sedang Berenang, Bocah Diterkam Buaya
Jumat, 16 November 2018 - 13:00 wib
Kenaikan PPJ Bisa Batal

Kenaikan PPJ Bisa Batal
Jumat, 16 November 2018 - 12:42 wib
BKPP Jamin Rekrutmen CPNS Transparan

BKPP Jamin Rekrutmen CPNS Transparan
Jumat, 16 November 2018 - 12:30 wib

Berusaha Lari saat Diperiksa Petugas
Jumat, 16 November 2018 - 12:00 wib

Jojo Tumbangkan Ginting
Jumat, 16 November 2018 - 11:15 wib

Megawati Ingin Diganti
Jumat, 16 November 2018 - 11:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sandiaga: Saya Terus Berkomunikasi dengan SBY

Rabu, 14 November 2018 - 13:34 WIB

Pasien RSJ Bisa Gunakan Hak Pilih

Rabu, 14 November 2018 - 12:32 WIB

Masukan DPRD Akan Dilaksanakan Pemko

Rabu, 14 November 2018 - 12:00 WIB

PDIP Jateng Sweeping Poster Jokowi "Raja Jawa"

Selasa, 13 November 2018 - 08:14 WIB

Pedagang Cabai Pasar Panam Curhat ke Sandiaga

Senin, 12 November 2018 - 12:06 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us