Irda Sayuti, Doktor Ke-33 Lulusan Unri

Riau | Senin, 05 November 2018 - 14:31 WIB

Irda Sayuti, Doktor Ke-33 Lulusan Unri
FOTO BERSAMA: Doktor Irda Sayuti foto bersama Direktur PPs Unri Prof Dr Zulkarnain SE MM dan promotor/penguji usai ujian promosi terbuka, Jumat (2/11/2018). (PPS UNRI FOR RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Program Pascasarjana Universitas Riau (PPs Unri) menggelar ujian promosi terbuka di gedung serbaguna PPs Unri, Jumat (2/11). Pada sidang yang dipimpin Direktur PPs Unri Prof Dr Zulkarnain SE MM, mahasiswa Program Doktor Prodi Ilmu Lingkungan atas nama Irda Sayuti mempresentasikan desertasi dengan judul, Keanekaragaman Bakteri Hidrokarbonoklasik di Area Eksplorasi Petapahan dan Kemampuan dalam Mendegradasi Minyak Bumi.

Di hadapan promotor dan para penguji, Prof Dr Ir Yusni Ikhwan Siregar MSc, Prof Dr Ir Bintal Amin MSc, Dr Anthoni Agustien MSi, Prof Dr Ir Sukendi MSi, Prof Dr Ir Feliatra DEA, Dr Sofia Anita MSc dan Prof Dr Eman Munir MSc, Irda Sayuti menyimpulkan keanekaragaman bakteri hidrokarbonoklasik di area eksplorasi PT Chevron Pacific Indonesia daerah Petapahan adalah Phylobacterium myrsynacearum strain-IMB-09, Bacillus cereus strain IMB-10, Bacillus toyonensis strain -IMB-11, Lysinibacillus fusiformis strain-IMB-12 dan Pseudomonas stutzeri strain-IMB-15.

Kultur campuran dari tujuh isolat dapat mendegradasi minyak bumi lebih baik dari kultur tunggal. Konsorsium bakteri hidrokarbonoklasik dengan tujuh ksolat mampu mendegradasi TPH sebesar 7,70 persen dan menurunkan COD 89,83 persen. Ketiga, profil pertumbuhan dari tujuh isolat minyak bumi bakteri hidrokarbonoklasik memiliki kemampuan mendegradasi minyak bumi di atas 50 persen menunjukkan profil pertumbuhan bakteri secara fluktuatif. Isolat bakteri hidrokarbonoklasik terbukti berpengaruh pada tingkat degradasi komponen TPH dan COD. Optimalisasi yang terbaik untuk pendegradasi minyak bumi adalah optimalisasi dengan memilih optimalisasi pH, suhu, konsentrasi innokulum yang tepat akan semakin meningkatkan degradasi minyak bumi.

“Implementasi isolat bakteri hidrokarbonoklasik berpotensi mempunyai efesiensi cukup tinggi untuk menurunkan biaya lingkungan,” ulas Irda.

Ketua sidang memberikan apresiasi penelitian yang dilakukan Irda Sayuti. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi, masyarakat dan lingkungan. “Kami mengucapkan selamat kepada Doktor Irda Sayuti,” kata Prof Dr Zulkarnain SE MM.

Sejak berdiri, Program Doktor Ilmu Lingkungan Unri sudah menelurkan 33 doktor. Dirata-ratakan setiap tahun PPs Unri menghasilkan 8 doktor.(rul/c)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook