Pihak Ketiga Digesa Perbaiki JPO

Pekanbaru Senin, 05 November 2018 - 09:45 WIB

Pihak Ketiga Digesa Perbaiki JPO
Dilarang Lewat: Plang pemberitahuan yang bertuliskan “Dilarang Lewat” dipasang oleh Dinas Perhubungan akibat kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Gelanggang Remaja mengalami kerusakan akibat pagar yang dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Ahad (4/11/2018).

KOTA (RIAUPOS.CO) - Pasca hilangnya pagar pembatas jembatan penyeberangan orang (JPO)  di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan GOR Gelanggang Remaja,  Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru sudah meminta pihak ketiga untuk menggesa perbaikan JPO tersebut karena membahayakan masyarakat.


Plt Kepala Dinas Perhubungan  Pekanbaru Kendi Harahap mengatakan, dari hasil koordinasi pihaknya dengan pengelola JPO, pihak pengelola bersedia untuk segera memperbaiki JPO tersebut. Sebagai langkah awal, di lokasi JPO saat ini sudah dipasangi pagar pembatas agar tidak digunakan sementara oleh masyarakat.


“JPO tersebut saat ini sudah mau diperbaiki. Pihak pengelola juga memasang pagar agar JPO tersebut tidak digunakan sementara selama proses perbaikan. Karena selain pagar pembatas, lantai JPO tersebut juga ada yang sudah keropos,” ujarnya.


Perbaikan JPO tersebut memang dilimpahkan kepada pihak ketiga, lanjut Kendi, karena status JPO tersebut hingga kini masih belum milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Karena masih dalam proses pengalihan aset dari pihak ketiga ke pemerintah kota.


“Jadi Dishub Pekanbaru dalam perbaikan jembatan ini hanya bisa melakukan pengawasan saja, kami tidak boleh memperbaiki jembatan tersebut karena asetnya belum milik Pemerintah Kota Pekanbaru,” jelasnya.


Namun demikian, lanjut Kendi, pihaknya akan mengawal ketat perbaikan JPO tersebut agar bisa digesa. Pasalnya JPO tersebut sangat diperlukan masyarakat untuk menyeberang dari sisi jalan ke sisi jalan lainnya.


“Kami akan pantau terus, Senin besok (hari ini,red) kami akan pantau lagi sudah mulai dikerjakan atau belum. Target kami perbaikan JPO tersebut bisa dilakukan secepatnya hingga bisa layak digunakan oleh masyarakat kembali,” sebutnya.


Kendi sebelumnya mengatakan, diduga pagar JPO tersebut dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Di mana besi tersebut kemudian dijual per kilogram untuk mendapatkan keuntungan semata. “Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga besi pagar itu dicuri untuk dijual. Tentu kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” sebutnya.(gem)


(Laporan SOLEH SAPUTRA, Kota)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook