Posko Satgas Karhutla Ditutup

Riau | Selasa, 30 Oktober 2018 - 11:17 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)------ - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, sudah berakhir. Titik api maupun titik panas, sudah tak muncul lagi beberapa pekan terakhir. Seiring dengan itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau menutup posko di Lanud Roesmin Nurjadin.


Sesuai rencana, penutupan posko dilakukan pada hari ini, Selasa ( 29/10). Sekaligus, dilaksanakan rapat evaluasi terakhir, terkait penanganan karhutla di Negeri Lancang Kuning ini. Meski demikian, bukan berarti status tanggap darurat karhutla ikut berakhir.


“Besok (hari ini, red) kita rapat evaluasi terakhir. Kemudian kegiatan kita biasa di posko Lanud juga ditutup,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Senin (29/10).


Dijadwalkan, pertemuan evaluasi rapat terakhir karhutla tersebut akan dihadiri Dansatgas Karhutla yang juga Danrem 031/WB Brigjend TNI Sony Aprianto beserta jajaran lainnya. Rapat tersebut membahas terkait dengan sudah tidak munculnya titik api di Riau.
Sedangkan untuk status siaga darurat karhutla kata Edwar Sanger, belum berakhir. Status ini berakhir hingga akhir November mendatang. Dia pun memastikan tidak akan ada kepanjangan status siaga darurat karhutla.


Hal ini seiring dengan telah masukkan musim hujan di Riau. “Yang ditutup itu, posko karhutlanya, ya. Kalau status siaga, habis akhir November. Kalau ini kan tidak ada masalah, yang jelas begitu habis status siaga, kita juga tak memperpanjang,” kata Sanger.
Sebaliknya kata dia, BPBD Riau justru saat ini berkonsentrasi pada siaga banjir yang beberapa waktu lalu sempat merendam perumahan warga di beberapa daerah. Khususnya mereka yang tinggal sekitaran daerah aliran Slsungai (DAS).
Langkah penanggulangan baik BPBD provinsi mau pun kabupaten/kota sudah dilakukan. Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk selalu waspada. Kemudian BPBD kabupaten/kota juga diimbau agar cepat tanggap ketika mengetahui ada daerah yang terkena banjir.
“Memang ada sempat terjadi banjir, tapikan sifatnya sebentar. Air sungai meluap, tapi tak lama. Ini sudah diatasi,” ujar Edwar Sanger.
Diketahui, awalnya status siaga darurat karhutla ditetapkan pada Januari 2018 lalu. Penetapan status ini seiring dengan meningkatkan titik api di Riau. Status pertama ditetapkan sampai 30 Mei 2018.
Namun, status siaga karhutla kembali diperpanjang hingga November 2018. Status ditetapkan mengingat karhutla makin meluas. Apalagi saat itu, Indonesia tengah menggelar Asian Games di Palembang. Sehingga dikhawatirkan adanya kiriman asap dari Riau ke Palembang.(dal)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU