48 Pelatih Siap Kembangkan Bulutangkis

Pekanbaru | Kamis, 25 Oktober 2018 - 14:30 WIB

48 Pelatih Siap Kembangkan Bulutangkis
DENGARKAN ARAHAN; Sejumlah peserta Pelatihan Pelatih Bulutangkis tingkat Provinsi Riau sedang mengikuti latihan praktik di GOR PB Mutiara Pekanbaru. Peserta mendengarkan arahan pelatih yang didatangkan Kemenpora, (21-23/10/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -  Sebanyak 48 pelatih akan meningkatkan perkembangan bulutangkis di Provinsi Riau. Pelatih-pelatih ini telah menyelesaikan penataran pelatih tingkat dasar yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan dan Olahraga bekerja sama dengan PBSI Kota Pekanbaru, 21-sampai 24 Oktober 2018.


“Kami harapkan hasil pelatihan yang memiliki sertifikat dan bisa melatih di seluruh Indonesia ini benar-benar dimanfaatkan untuk mencari dan membina atlet-atlet berbakat yang ada di Riau,” ujar instruktur Pelatihan Pelatih Bulutangksi tingkat Provinsi Riau, Prof Dr Herman Subarjah. Hal itu diungkapkannya saat menutup kegiatan pelatihan 3 hari di Mutiara Merdeka Hotel, Selasa (23/10).


Dua instruktur didatangkan khusus untuk melatih para calon pelatih di Riau ini yakni Prof Dr Herman Subarjah mantan pelatih SGS Bandung dan Prof Dr Fx Sugiyanto Mpd. Keduanya akademisi sekaligus mantan pelatih sejumlah pemain papan atas nasional.


Para peserta yang disiapkan jadi pelatih ini berasal dari beberapa daerah di Riau ini telah kembali ke daerahnya untuk memulai tugasnya mencari dan membimbing bibit atlet.


Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap pelatih-pelatih ini benar-benar menjalankan tugasnya, sesuai dengan yang diinginkan pemerintah dan masyarakat. Sehingga banyak atlet berbakat yang muncul.


Selama tiga hari peserta kursus digembleng oleh dua instruktur yang dikirim Kemenpora. Tidak melulu teori dalam ruangan, pelatih juga langsung praktik melatih di lapangan. Semua peserta mendapat giliran mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di lapangan. Peserta tampil sebagaimana mestinya pelatih mendidik atlet.


‘’Pelatih harus pandai memanej. Tidak hanya materi latihan, waktu juga harus diperhitungkan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pelatih,’’ pesan instruktur, Prof Sugiyanto. Di awal-awal, peserta memang terlihat masih kaku dalam menerapkan ilmunya. Tapi lama-kelamaan, semua terlihat mencair. Pelatih bisa mengaplikasikan ilmunya kepada atlet, yang saat itu diperankan oleh sesama pelatih.


“Kami cukup puas melihat ternyata hasil training kelas ketika diterapkan terus menunjukkan kemajuan yang bagus,” ujarnya. Hal itu sesuai dengan harapan Asisten Deputi Kemenpora Dr Herman Chaniago MM saat membuka kegiatan ini Ahad lalu. “Beliau mengatakan bahwa Kemenpora terus memacu tumbuhnya 100 ribu tenaga olahraga di Indonesia setiap tahunnya,” ujarnya lagi.(fiz/aga)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU