Mapala Humendala Akan Taklukkan Puncak Kilimanjaro Afrika

Pekanbaru | Senin, 22 Oktober 2018 - 10:07 WIB

Mapala Humendala Akan Taklukkan Puncak Kilimanjaro Afrika
TERIMA PATAKA: Alumni Unri Erdy Damanik menerima pataka dari Kadispora Riau Doni Aprialdi saat pelepasan untuk melakukan pendakian di 7 puncak Dunia di Fakultas Ekonomi Unri, Sabtu (20/10/2018). soleh saputra/riau pos

KOTA (RIAUPOS.CO) - Mahasiswa Pencinta Alam Humendala Universitas Riau (Unri), bakal taklukkan puncak Kilimanjaro di Tanzania, Afrika. Pendakian ini dilakukan selama 12 hari, mulai 3-14 November mendatang.

Gunung Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas. Tingginya mencapai 4.600 meter bila diukur dari kaki gunung.

Ketua Mapala Humandala, Yemima mengatakan, Gunung Kilimanjaro merupakan puncak kedua dari tujuh puncak tertinggi di dunia yang akan didaki Mapala Humendala.

Pendakian pertama telah dilakukan di Puncak Cartenz, Gunung Jaya Wijaya Papua, pada 1996 silam.

Pendakian Gunung Kalimanjaro merupakan bagian dari Seven Summit Ekspedition Mapala Humendala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unri .

“Ekspedisi kedua ini mengangkat tema ‘Riau Menggapai Atap Dunia’,” kata Yemima, Sabtu (21/10) di Pekanbaru.

Mapala Humendala memberangkatkan tim ekspedisi pendakian dengan perwakilan Erdy Damanik dan Ahmad Fadillah yang akan melakukan seven summit expedition di Gunung Kilimanjaro, Afrika.

Pendakian ini kata dia, diharapkan menjadi ajang promosi dan membawa nama Universitas Riau dan Provinsi Riau serta Budaya Melayu Riau lebih dikenal oleh dunia internasional.

Dalam ekspedisi ini, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Dia berharap pendakian ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.  

“Kami juga berterima kasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungan hingga dapat akan dilaksanakanya pendakian ke Gunung Kilimanjaro ini. Khususnya kepada tim yang akan melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Afrika tersebut,” sambungnya.

Ekspedisi selanjutnya direncanakan di gunung Elburs di Rusia. Erdy Damanik, tim ekspedisi mengatakan, selain ajang promosi, pendakian ini juga ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menyelamatkan lingkungan untuk menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim.

Adanya misi pada ekspedisi seven summit ini mendaki sampai puncak dan membawa bendera Merah Putih, bendera Universitas Riau dan membawa tanjak sebagai identitas Budaya Melayu

“Penting bagi kami pada pendakian ini untuk menyampaikan pesan pentingnya memperbaiki lingkungan, pencemaran udara agar dapat menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim,” kata Erdy Damanik.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Doni Aplialdi juga mendukung kegiatan tersebut. “Saya menyambut baik kegiatan ini, semoga selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat,” pesanya.(dal/sol)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU