IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Nasional | Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 WIB

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
FOTO BERSAMA: IKA UNRI Jabodetabek berfoto bersama dan bersilaturahmi di Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (13/10/2018).Istimewa

BAGIKAN


BACA JUGA


RIAUPOS.CO - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA UNRI) Jabodetabek kembali menggelar silaturahmi pada Sabtu (13/10). Kegiatan yang diadakan di Bekasi, Jawa Barat tersebut juga diisi dengan talk show dengan tema "Alumni UNRI adalah Saudaraku".

Acara yang diadakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Riau ke-56, dihadiri oleh Wakil Rektor III UNRI DR Syapsan SE MM, Dekan FEB UNRI Sri Indarti dan jajaran, serta para alumni dari Jabodetabek dan pengurus pusat yang diwakili oeh Marzum. Ada juga DR Aldrin Herwany, alumni UNRI yang sudah masuk 3 besar calon rektor Universitas Diponegoro.

Sesi talk show sendiri diisi pembicara yang juga para alumni UNRI, yakni Rahmad Hidayat, direktur Krakatau Steel sekaligus alumni UNRI 86. Wan Muhammad Hasyim, alumni angkatan 1990, pemilik 75 Idol Mart sekaligus tuan rumah kegiatan itu.

Kemudian ada Dr David, Vice President Director PT Sumalindo Jaya Lestari, alumni angkatan 1983 yang juga Anggota Pokja Komite Ekonomi dan Industri Nasional.

Kegiatan ini menurut Ketua Umum IKA UNRI Jabodetabek Djonieri diselenggarakan untuk menyatukan para alumni yang tersebar di Jabodetabek dan daerah lain yang bekerja lintas sektor dan profesi. Baik pengusaha, akademisi hingga birokrat. Ke depan, IKA UNRI Jabodetabek yang lebih menyolidkan koordinasi dan potensi dari para alumni lintas angkatan. 

"Ada sejumlah kegiatan yang sedang dan akan dilakukan. Mulai pembentukan lembaga bantuan hukum yang sudah berjalan, koperasi dan program lain," kata Djonieri menjawab Riau Pos di sela-sela acara.

Ke depan, IKA UNRI Jabodetabek bersama pengurus pusat akan bekerja sama menggelar berbagai diskusi guna membahas berbagai isu yang ada di Riau. Sebagai contoh terkait dana bagi hasil migas yang dinilai masih kurang.

"Kemudian pengelolaan Blok Rokan. Kami juga akan lebih mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun UNRI dalam konteks sumbang pemikiran," kata direktur keuangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI ini.

Yang tidak kalah penting, IKA UNRI berkomitmen untuk membantu para lulusan UNRI yang belum mendapatkan pekerjaan. Karena itu, kemarin juga telah diluncurkan website www.ikaunri-jabodetabek.com.

Setiap alumni sudah dapat mengakses situs tersebut dan mengisi sendiri data diri masing-masing. Kanal itu juga akan menjadi gudang informasi seputar alumni UNRI yang kini berada di urutan 24 dari 4.600an universitas di Indonesia.

Aldrin Herwany berharap acara yang digelar IKA UNRI Jabodetabek terus berlanjut, kalau bisa para alumni saling berkolaborasi. Kemudian memperhatikan tamatan UNRI yang belum mendapatkan pekerjaan.

Sementara itu Setri Yasra, alumni UNRI 1993 yang kini menjadi Wapempred Tempo, mengatakan pertimbangan utama diadakannya kegiatan itu adalah memperkuat konsolidasi antaralumni yang bekerja di berbagai sektor. Utamanya di Jabodetabek.

"Kita punya potensi. Ada alumni direktur OJK, direksi BUMN, perusahaan swasta, tapi belum terkonsolidasi. Artinya bagaimana kita berharap ada kontribusi kalau tidak terkonsolidasi," katanya. 

Karena itu langkah awal IKA UNRI Jabodetabek adalah mengonsolidasikan semua potensi tersebut. Berikutnya memberi kontribusi terhadap alamamater, terhadap Riau, dan harapan akhirnya pada Indonesia. 

"Tujuannya itu. Bagaimana kita akan berkontribusi kalau kita tercera-cerai. Kalau kita punya aspek, kita satukan menjadi kekuatan. Ini penting sekali, kita bisa mempengaruhi kebijakan pusat terhadap daerah, pengaruhi kebijakan pusat terhadap pengembangan almamater," tambahnya.

Wakil Rektor III UNRI DR Syapsan pada kesempatan itu mengatakan bahwa saat ini UNRI sudah mampu menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Hal itu tentu suatu kebanggaan.

"Alhamdulillah UNRI sudah menapak ke depan. Kita enggak malu di tingkat nasional, bukan sombong, kita punya harga diri untuk tampil di tingkat nasional," kata Syapsan sembari berharap para alumni jangan sekali-kali melupakan almamater.(fat)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU